Hutama Karya Catat Kinerja Positif Pengelolaan JTTS, Trafik dan Pendapatan Tol Terus Bertumbuh

PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan jaringan jalan tol di Indonesia, terutama melalui pengembangan dan operasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menjadi salah satu proyek strategis nasional untuk memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Sumatra.
Pencapaian kinerja positif ini disampaikan sebagaimana informasi yang dikutip dari laman resmi Hutama Karya pada Selasa, 23 Juni 2026
Sejak menerima penugasan pembangunan JTTS dari pemerintah, Hutama Karya terus memperluas jaringan jalan tol di Pulau Sumatera sekaligus memastikan kualitas pengelolaan ruas yang telah beroperasi mampu memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, pengguna jalan dan keberlanjutan bisnis perusahaan.
Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, tetapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi perusahaan.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman Hutama Karya, Hutama Karya sendiri tercatat telah berhasil membangun JTTS sepanjang 1.185 kilometer. Dari total tersebut, sebanyak 829 kilometer dilaporkan telah beroperasi, sementara 356 kilometer lainnya masih dalam tahap konstruksi, termasuk ruas pendukung pembangunan.
Kemudian dari sisi operasional, Hutama Karya telah mengelola 14 ruas jalan tol di Indonesia yang sebagian besar di antaranya merupakan bagian dari jaringan JTTS sebagai tulang punggung konektivitas Sumatra.
Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan dua ruas tol di Pulau Jawa, yakni Jalan Tol JORR Seksi S dan Tol Akses Tanjung Priok.

Menurutnya, pembangunan JTTS tidak hanya bertujuan membuka akses dan meningkatkan konektivitas wilayah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan bagi perusahaan melalui pengelolaan jalan tol yang produktif.
Tren pertumbuhan lalu lintas kendaraan, peningkatan pendapatan tol, hingga membaiknya profitabilitas bisnis menjadi indikator bahwa pengelolaan jalan tol perusahaan semakin solid seiring bertambahnya ruas yang beroperasi.
Meningkatnya pengelolaan jalan tol khususnya di jaringan JTTS tersebut tercermin dari pertumbuhan volume lalu lintas yang terus menunjukkan tren positif.
Dimana pada periode Lebaran 2026, trafik kendaraan di JTTS, termasuk ruas yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) meningkat sebesar 69,5 persen dibandingkan kondisi normal dan tumbuh sebesar 9,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan trafik tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan pendapatan bisnis jalan tol.
Termasuk capaian pendapatan di sepanjang tahun 2025, dimana pendapatan jalan tol Hutama Karya, termasuk kontribusi Hamawas meningkat sekitar 26,8 persen dibandingkan capaian pendapatan di tahun 2024. Jika dibandingkan dengan 2023, pertumbuhan pendapatan mencapai sekitar 35,7 persen.
Selain itu, Kontribusi bisnis jalan tol terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan juga meningkat signifikan, dari yang sebelumnya 11,58 persen pada tahun 2024 menjadi 16,83 persen pada tahun 2025.
Salah satu contoh peningkatan trafik yang menonjol terlihat pada Ruas Tol Sigli–Banda Aceh. Setelah Seksi 1 Padang Tiji – Seulimeum mulai beroperasi secara fungsional, ruas tersebut mencatatkan kenaikan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) hingga 229 persen atau jauh melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Capaian tersebut menunjukkan bahwa semakin tersambungnya jaringan JTTS berbanding lurus dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan jalan tol. Kondisi ini juga memperlihatkan potensi pertumbuhan trafik yang masih terbuka luas seiring penyelesaian ruas-ruas baru di masa mendatang.
Selain pendapatan yang meningkat, kinerja operasional perusahaan juga menunjukkan penguatan. Operating Income bisnis jalan tol pada tahun 2025 tercatat tumbuh sekitar 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusinya terhadap Operating Income konsolidasian perusahaan mencapai 39,65 persen.
Perbaikan kinerja semakin terlihat dari Earnings After Tax (EAT) bisnis jalan tol yang berhasil berbalik positif pada 2025 setelah sebelumnya masih mencatatkan posisi negatif pada 2023 dan 2024. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya maturitas ruas operasi, pertumbuhan trafik yang berkelanjutan, serta optimalisasi pengelolaan operasional.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan menjelaskan bahwa manfaat JTTS tidak hanya mendukung kinerja perusahaan, tetapi manfaatnya juga dirasakan langsung oleh masyarakat seperti mempercepat waktu tempuh antardaerah, memperlancar distribusi barang, membuka akses menuju pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata, sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas usaha baru di wilayah yang dilalui.

Tak hanya itu, Manfaat tersebut juga dirasakan para pengguna jalan yang menggunakan ruas tol dalam aktivitas sehari-hari maupun perjalanan antarkota.
Salah satu pengguna jalan tersebut yaitu Titha Monica Hardi yang secara rutin melintasi Ruas Tol Pekanbaru–Dumai untuk mobilitas harian menuju Duri serta menggunakan Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar dan Tol Padang–Sicincin saat melakukan perjalanan menuju kampung halamannya di Padang.
Menurutnya, keberadaan JTTS membuat perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman, dan efisien dibandingkan sebelumnya. Ia berharap pembangunan ruas-ruas baru yang menghubungkan berbagai wilayah di Sumatra dapat terus dilanjutkan sehingga akses masyarakat semakin mudah dan waktu tempuh antardaerah semakin singkat.
Di tengah pertumbuhan kinerja ini, Hutama Karya menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan jalan tol tidak hanya diukur dari aspek keuangan, melainkan juga dinilai dari kualitas layanan, keamanan, kenyamanan, serta kemampuan ruas tol dalam mendukung pergerakan masyarakat dan distribusi logistik.
Oleh karena itu, Perusahaan juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan melalui optimalisasi sistem transaksi, kesiapan petugas layanan lalu lintas, pemanfaatan teknologi Intelligent Traffic System (ITS), hingga penguatan fungsi pengawasan melalui Command Center.
Selain itu ke depannya, Hutama Karya berkomitmen menjaga standar operasional dan pelayanan agar semakin andal.
Pasalnya fokus Hutama Karya bukan hanya melanjutkan pembangunan dan konektivitas ruas-ruas baru, tetapi juga memastikan jalan tol yang telah beroperasi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.
Sebagai bagian dari komitmen pelayanan, Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta beristirahat apabila mengalami kelelahan selama perjalanan.
Sejalan dengan komitmen melayani sepenuh hati, Hutama Karya juga akan terus menghadirkan layanan jalan tol yang aman, nyaman, dan responsif, serta memperkuat peran JTTS sebagai infrastruktur strategis yang mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah di Sumatra.
















