Pedestrian Deck Dukuh Atas Mulai Dibangun, Simbol Konektivitas Integrasi dan Interkoneksi Antarmoda Jakarta

“Berjalan melintasi kawasan Senayan, Bersama sahabat menuju hutan kota, Pedestrian Deck jadi warisan masa depan, Menyongsong usia 500 tahun Jakarta.” Ucap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam upacara HUT DKI Jakarta ke – 499 di Monas pada Senin (22/06/2026) sebagaimana informasi yang dikutip dari kanal youtube MRTv.
Pantun tersebut seolah menggambarkan arah pembangunan Jakarta yang semakin berorientasi pada mobilitas berkelanjutan dan kenyamanan pejalan kaki.
Hal ini tercermin dari langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terus berbenah menyiapkan berbagai infrastruktur yang tidak hanya mempercantik wajah kota, tetapi juga memperkuat integrasi transportasi publik.
Salah satunya adalah pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas atau yang dikenal sebagai jembatan cincin donat, yang resmi dicanangkan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta dalam rangka menyambut usia ke – 500 tahun pada tahun 2027 mendatang.
Proyek ini dirancang menjadi simpul konektivitas baru di kawasan Dukuh Atas dengan menghubungkan enam moda transportasi utama dalam satu kawasan terintegrasi.
Kehadiran jembatan layang pejalan kaki tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada transportasi publik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan bahwa pembangunan pedestrian deck merupakan bagian dari upaya memperkuat integrasi transportasi massal di ibu kota.
Ia memastikan pembangunan infrastruktur tersebut tidak akan menggeser posisi Patung Jenderal Sudirman yang selama ini menjadi ikon kawasan Dukuh Atas.
Selain itu dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) serta Urban Renaissance Agency yang telah menyusun kajian awal mengenai pengembangan pedestrian deck tersebut.
Menurutnya, proyek ini dapat menjadi salah satu penanda transformasi Jakarta menuju kota global yang lebih ramah bagi pengguna transportasi publik dan pejalan kaki.
Meski sempat muncul harapan agar proyek dapat selesai bertepatan dengan peringatan 500 tahun Jakarta, target penyelesaian saat ini diproyeksikan paling lambat pada 2028.
Keberadaan pedestrian deck nantinya akan menghadirkan konsep seamless mobility atau mobilitas tanpa hambatan. Para komuter tidak lagi harus berpindah moda transportasi melalui area terbuka yang membuat mereka terpapar panas maupun hujan.
Di titik integrasi Dukuh Atas, enam moda transportasi akan saling terhubung, yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Transjakarta, KRL Commuter Line (KCI), dan Kereta Bandara. Dengan integrasi tersebut, kawasan Dukuh Atas diproyeksikan menjadi salah satu pusat transit terbesar dan paling modern di Indonesia.
Tak hanya berfungsi sebagai pusat perpindahan moda transportasi, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan berbagai gagasan pengembangan kawasan. Pramono mengusulkan agar area tersebut dapat menjadi ruang promosi produk UMKM dengan konsep duty free, sekaligus dilengkapi fasilitas imigrasi dan layanan check-in perjalanan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat konektivitas dengan layanan Kereta Bandara dan meningkatkan daya tarik kawasan sebagai gerbang mobilitas internasional.
Selain meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik, pembangunan pedestrian deck juga diyakini dapat membantu mengurangi kemacetan di sekitar Dukuh Atas.
Pramono menjelaskan bahwa selama ini kepadatan lalu lintas kerap dipicu oleh penumpang yang turun dan berkumpul di bahu jalan saat melakukan perpindahan moda transportasi, terutama pada jam sibuk maupun ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.
Dengan tersedianya jalur pejalan kaki yang terhubung langsung antarstasiun dan halte, pergerakan penumpang diharapkan menjadi lebih tertib sehingga tidak lagi mengganggu arus kendaraan di jalan utama.
Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat memastikan seluruh pendanaan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas berasal dari internal perusahaan. Kendati demikian, pihaknya belum mengungkapkan nilai investasi proyek tersebut dan akan menyampaikannya pada kesempatan selanjutnya.
Sebagai salah satu proyek strategis menuju Jakarta yang lebih terintegrasi, Pedestrian Deck Dukuh Atas tidak sekadar menjadi jembatan penghubung antar moda transportasi.
Tetapi infrastruktur ini juga diharapkan menjadi simbol transformasi ibu kota menuju kota global yang modern, inklusif, dan siap menyongsong usia 500 tahun dengan sistem mobilitas yang semakin terhubung.
















