WIKA & HK Resmi Memulai Pembangunan Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama PT Hutama Karya (Persero) melalui skema Kerja Sama Operasi Hutama Karya–WIKA (HK–WIKA KSO) resmi memulai pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta.
Dimulainya proyek strategis tersebut ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama yang dilaksanakan secara langsung pada Kamis (8/1/2026) di kawasan RSUP Dr. Sardjito, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pembangunan Gedung CMU ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan rujukan nasional. Proyek tersebut sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan. Melalui sinergi HK–WIKA KSO, WIKA kembali mengambil peran aktif dalam pembangunan fasilitas kesehatan strategis berstandar tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Central Medical Unit RSUP Dr. Sardjito merupakan bagian dari agenda transformasi sistem kesehatan nasional. Transformasi ini bertujuan untuk memastikan layanan kesehatan semakin mudah diakses, bermutu, dan terjangkau oleh masyarakat, dengan penguatan infrastruktur rumah sakit sebagai salah satu pilar utamanya.
Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta menilai pembangunan Gedung CMU sebagai langkah strategis dalam menghadirkan layanan kesehatan masa depan yang unggul, berkeadilan, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Gedung tersebut diharapkan dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi Yogyakarta, wilayah selatan Pulau Jawa, hingga tingkat nasional, sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito direncanakan terdiri atas dua lantai basement dan 13 lantai utama, dengan luas bangunan mencapai 55.574 meter persegi dan konsep stacking vertikal 14 lantai. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2027.
Dari sisi fasilitas, Gedung CMU akan memperkuat layanan perawatan kritikal melalui penyediaan ICU, HCU, ruang observasi, serta unit resusitasi. Layanan bedah dilengkapi 21 ruang operasi mayor dan enam ruang operasi minor yang terintegrasi dengan area praoperasi dan pascaoperasi. Selain itu, fasilitas diagnostik akan mencakup layanan radiologi seperti CT-Scan, MRI 3 Tesla, X-Ray, CT Spectral Photon-Counting, dan fluoroskopi, serta laboratorium terpadu yang meliputi laboratorium UPTD, laboratorium terpadu, laboratorium BGSi, hingga fasilitas patologi anatomi dan molekuler.
Dalam pelaksanaannya, HK–WIKA KSO menerapkan Building Information Modeling (BIM) berbasis standar ISO 19650 serta prinsip lean construction. Pendekatan ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan perencanaan, serta kualitas pelaksanaan proyek. Mengingat pembangunan dilakukan di lingkungan rumah sakit yang tetap beroperasi, aspek keselamatan kerja, pengaturan lalu lintas internal, serta koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit menjadi prioritas agar layanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menegaskan bahwa WIKA berkomitmen mendukung agenda pembangunan nasional melalui penyediaan infrastruktur kesehatan yang berkualitas. Melalui kolaborasi HK–WIKA KSO, Gedung CMU RSUP Dr. Sardjito ditargetkan menjadi fasilitas layanan kritikal, bedah, dan diagnostik yang terintegrasi serta berstandar tinggi.
Proyek ini sekaligus menjadi kontribusi nyata WIKA dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui layanan kesehatan yang andal. WIKA memastikan penerapan standar mutu, keselamatan, dan keberlanjutan di setiap tahapan pembangunan, seraya menjaga agar aktivitas pelayanan rumah sakit tetap berjalan selama masa konstruksi, dengan target penyelesaian pada akhir 2027 agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Turut hadir dalam acara groundbreaking tersebut diantaranya Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI Azhar Jaya, Direktur Utama RSUP Dr. Sardjito Eniarti, Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito, serta para pemangku kepentingan terkait lainnya.














