Adhi Karya Bidik Potensi Proyek Tol Demak-Tuban Senilai Rp55,7 Triliun

News

PT Adhi Karya (Persero) Tbk, salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi ini masih terus memburu proyek-proyek strategis di dalam negeri pada tahun ini.

Kabarnya, Adhi Karya saat ini tengah mengamati potensi dari tender proyek Jalan Tol Demak-Tuban dengan nilai mencapai Rp55,7 triliun yang ditargetkan akan dilaksanakan pada tahun ini.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), proyek Jalan Tol Demak-Tuban termasuk dalam daftar proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) yang akan digarap pada tahun ini.

Jalan Tol Demak-Tuban dirancang memiliki panjang 179,55 kilometer yang nantinya akan menghubungkan 2 provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Per September 2022, ADHI tercatat memiliki 174 proyek yang sedang berjalan. Dimana dari 174 proyek tersebut, sebesar 72 persen diantaranya terletak di Pulau Jawa dan 28 persen lainnya berasal dari luar Pulau Jawa.

Sementara berdasarkan sektornya, sebesar 74 persen dari proyek tersebut berasal dari sektor engineering & konstruksi, sebesar 22 persen dari sektor properti & hospital, dan sebesar 4 persen untuk proyek lainnya.

VP Corporate Secretary ADHI Farid Budiyanto menjelaskan bahwa pihaknya saat ini masih fokus untuk mengejar target beberapa proyek tol di Jabodetabek yakni pembangunan MRT Jakarta paket CP201 senilai Rp1,4 triliun, dan paket CP202 senilai Rp2,8 triliun.

Pembangunan CP201 (Stasiun Thamrin dan Monas) MRT Jakarta fase 2A saat ini progresnya telah mencapai 50,18 persen per Desember 2022. Sementara untuk pembangunan CP202 (Stasiun Harmoni-Mangga Besar-Sawah Besar) saat ini progresnya telah mencapai 8,74 persen per Januari 2023.

Selain itu, ADHI juga fokus pada pengerjaan Tol Solo-Yogyakarta dengan nilai investasi sebesar Rp7,8 triliun. Dalam proyek ini, ADHI ditugaskan untuk mengerjakan konstruksi pada seksi 1.1 dan seksi 2.2, dengan progres pengerjaan seksi 1.1 saat ini telah mencapai 45,9 persen.

Proyek jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo yang tengah dikerjakan oleh PT Adhi Karya ini juga mendapatkan jaminan pendanaan senilai Rp9,89 triliun dari kredit sindikasi yang diberikan kepada badan usaha pengelola jalan tol PT Jogja Solo Marga Makmur (JMM).

Adapun fasilitas kredit sindikasi ini berasal dari para kreditur sindikasi yang terdiri dari Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA selaku Joint Mandated Lead Arranger & Bookrunner – JMLAB.

Kemudian didukung juga oleh satu lembaga pembiayaan infrastruktur PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan 9 perbankan baik konvensional maupun syariah seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk, BCA Syariah, Bank DKI, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar dan Banten Tbk, Bank Jateng, BPD DIY, BPD Bali, Bank Sumsel Babel dan Bank Papua.

Sekilas informasi, Adhi Karya adalah sebuah perusahaan Indonesia yang bergerak dalam jasa konstruksi, pembangunan infrastruktur, properti, real estate dan EPC (engineering, procurement & construction).

Proyek-proyek infrastrukturnya mencakup jalan, jembatan, saluran irigasi, pembangkit listrik dan pelabuhan, sementara proyek-proyek konstruksi bangunannya mencakup gedung pencakar langit, hotel, rumah sakit dan sekolah.

Back to top button