Waskita Karya Sukses Garap Sederet Masjid Besar di Indonesia, Berikut Daftarnya

HeadlineNews

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia ini menjadi salah satu BUMN yang mendapatkan banyak penugasan pembangunan infrastruktur di sepanjang masa kepemimpinan Presiden Jokowi.

Waskita Karya hingga saat ini diketahui telah berhasil membangun berbagai macam proyek infrastruktur di Indonesia. Proyek infrastruktur tersebut terdiri dari berbagai sektor di antaranya sektor jalan tol, bendungan, kelistrikan, bangunan gedung, bandar udara, hingga jalur perkeretaapian.

Dari banyaknya infrastruktur yang telah dibangun, Waskita Karya juga tercatat telah membangun dan merenovasi sejumlah masjid megah yang ikonik di Indonesia seperti Masjid Baiturrahman Semarang Masjid Sheikh Zayed Solo, Masjid Baiturrahman Aceh, dan Masjid Istiqlal Jakarta.

Dalam proses pembangunan dan renovasi, SVP Corporate Secretary Waskita Ermy Puspa Yunita menjelaskan pihaknya melihat sejarah atau latar belakang dari masjid-masjid tersebut guna menyelaraskan bangunan tanpa harus merubah bentuk secara signifikan sehingga nilai sejarah masih terlihat pada bangunan masjid. 

Berikut daftar sejumlah masjid yang dibangun dan direnovasi oleh Waskita Karya :

1. Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Mengutip informasi dari laman resmi Kementerian Keuangan RI, Masjid Raya Baiturrahman Aceh dibangun pada tahun 1612 di bawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh Darussalam.

Masjid ini dikembangkan dengan arsitektur menyerupai Masjid Nabawi di Madinah Arab Saudi yang terpasang 12 payung raksasa, serta pohon kurma di sekitar halaman Masjid.

Dengan perluasan halaman dan pemasangan payung elektrik, masjid diyakini mampu menambah daya tampung yang mulanya sebanyak 9.000 jemaah menjadi 24.405 jemaah.

Sejak awal, masjid ini tidak hanya diperuntukkan untuk kegiatan ibadah, melainkan juga difungsikan menjadi pusat pendidikan ilmu agama Islam. Dan bahkan sampai saat ini, Masjid tersebut menjadi salah satu destinasi wisata religi dan budaya di Aceh.

Setelah terdampak bencana tsunami pada tahun 2004, Masjid Baiturrahman Aceh baru direnovasi pada tahun 2015 oleh Waskita Karya.

2. Masjid Istiqlal Jakarta

Masjid Istiqlal telah direnovasi oleh Waskita Karya sejak tahun 2019 dan rampung pada Januari 2021.

Dalam pembangunannya, Waskita memanfaatkan halaman Masjid yang sangat luas dengan memperindah dan menata lanskapnya. 

Salah satu aspek yang diperbarui dalam pekerjaan renovasi tersebut yaitu tata pencahayaan mesjid yang dilengkapi teknologi terkini sebagai inovasi green building.

Kemudian membenahi pencahayaan di luar masjid yang menyinari kubah Masjid Istiqlal sehingga saat malam hari terlihat bersinar.

3. Masjid Baiturrahman Semarang.

Masjid Baiturrahman Semarang telah direnovasi selama 11 bulan oleh Waskita Karya dari sejak akhir Agustus 2021 hingga Agustus 2022.

Masjid yang terletak di alun – alun Kota Semarang ini merupakan ikon sekaligus pusat ibadah, edukasi, seni budaya, serta pendidikan. 

Dilansir dari laman resmi Pariwisata Kota Semarang, renovasi mesjid yang menelan biaya mencapai Rp92,58 miliar ini dilakukan oleh Waskita Karya di luas lahan 11.765 meter persegi dengan luas bangunan 13.750 meter persegi.

Renovasi masjid ini menggunakan sistem building automation system (BAS) dengan mengintegrasikan sistem tata udara hingga pencahayaan serta menerapkan konsep bangunan pintar sehingga menjadi salah satu mahakarya Kota Semarang.

4. Masjid Sheikh Zayed Solo

Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo merupakan hadiah dari Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA) kepada Indonesia.

Masjid ini disebut merupakan replikasi dari Sheikh Zayed Grand Mosque yang berada di Abu Dhabi, UEA karena rancangan desainnnya yang mirip.

Masjid Sheikh Zayed memiliki luas bangunan 8.400 meter persegi (m2), dengan luas area lanskap 24.600 m2 yang berfungsi sebagai lahan hijau dan luas area 3.500 meter persegi yang berfungsi sebagai area parkir.

Masjid bergaya arsitektur Timur Tengah ini memiliki ciri khas Nusantara, seperti motif batik kawung yang digunakan untuk ornamen di pilar-pilar masjid. Kemudian karpet bermotif batik khas Solo yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Adapun keempat masjid yang dibangun dan direnovasi oleh Waskita Karya ini menjadi ikon bagi kota tersebut sekaligus menjadi simbol keberadaan umat Islam.

Selain difungsikan sebagai tempat ibadah, Masjid-masjid tersebut juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi sesama umat muslim.

Back to top button