Tol Serpong – Balaraja Segera Punya Akses Baru

HeadlineNews

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong peningkatan konektivitas Jalan Tol Serpong–Balaraja (Serbaraja) melalui penambahan Simpang Susun Industri dan On/Off Ramp Raya Serpong.

Kedua akses baru tersebut kini memasuki tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebagai syarat sebelum dioperasikan untuk masyarakat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), pelaksanaan ULFO bertujuan memastikan seluruh aspek teknis, keselamatan, dan operasional telah memenuhi standar yang ditetapkan.

Proses ini juga menjadi dasar bagi tim pemeriksa untuk memberikan rekomendasi penyempurnaan yang harus dipenuhi oleh badan usaha jalan tol sebelum akses baru dapat difungsikan.

BPJT menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan oleh PT Trans Bumi Serbaraja selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Beberapa rekomendasi yang diberikan meliputi penyempurnaan perlengkapan jalan dan gerbang tol, seperti penyesuaian rambu lalu lintas, marka jalan, kelengkapan fasilitas gerbang tol, serta sarana pendukung lainnya. Selain itu, pemerintah juga meminta peningkatan aspek keselamatan jalan, perbaikan kondisi perkerasan dan sistem drainase, serta penataan kawasan jalan tol agar memenuhi standar operasional.

BPJT menegaskan bahwa Simpang Susun Industri dan On/Off Ramp Raya Serpong baru dapat dioperasikan setelah seluruh rekomendasi tersebut dipenuhi dan dinyatakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Penambahan akses baru ini diharapkan semakin meningkatkan aksesibilitas kawasan industri dan permukiman di sekitar Serpong serta memperlancar mobilitas pengguna Jalan Tol Serpong–Balaraja yang menjadi salah satu koridor penting di wilayah Tangerang dan sekitarnya.

Sebagai informasi, Jalan Tol Serpong–Balaraja memiliki total panjang sekitar 39,4 kilometer yang terbagi ke dalam tiga seksi, yaitu Seksi I BSD–Legok sepanjang 9,3 kilometer, Seksi II Legok–Tigaraksa Selatan sepanjang 11,5 kilometer, dan Seksi III Tigaraksa Selatan–Balaraja sepanjang 18,6 kilometer.

Proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp14,37 triliun dengan biaya konstruksi mencapai Rp6,17 triliun. Pembangunannya menggunakan skema pembiayaan swasta sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan jaringan jalan tol nasional.

Sementara itu, pengembangan Tol Serpong–Balaraja akan terus berlanjut pada tahun ini. Pemegang saham mayoritas PT Trans Bumi Serbaraja, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE), sebelumnya menyatakan pembangunan tahap berikutnya direncanakan dimulai pada semester II 2026.

Direktur BSDE Hermawan Wijaya menjelaskan bahwa perseroan masih melakukan perhitungan kebutuhan pendanaan untuk fase lanjutan proyek tersebut. Sebagai gambaran, pembangunan fase pertama dengan panjang sekitar 9 kilometer membutuhkan investasi sekitar Rp5,2 triliun.

Pengembangan ruas tol akan tetap dilaksanakan melalui PT Trans Bumi Serbaraja, dengan komposisi kepemilikan saham terdiri atas BSDE sebesar 50 persen, PT Astratel Nusantara 25 persen, dan PT Transindo Karya 25 persen.

Melalui penyelesaian akses baru dan kelanjutan pembangunan ruas tol, koridor Serpong–Balaraja diharapkan semakin memperkuat konektivitas kawasan barat Jabodetabek serta mendukung pertumbuhan kawasan industri dan permukiman di sekitarnya.

Back to top button