UMI Mulai Bangun UMI Connection, Pusat Digital Kampus Ditargetkan Rampung 2028

News

Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi memulai pembangunan UMI Connection yang ditargetkan rampung pada tahun 2028 mendatang.

Hal ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dilaksanakan di lingkungan Gedung Rektorat UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar pada Rabu (26/8/2026),

Prosesi groundbreaking ini dilaksanakan secara simbolis melalui pemasangan tiang pancang yang dilakukan oleh Rektor UMI Prof Hambali Thalib, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof Masrurah Mokhtar, dan Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof Mansyur Ramli.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, Rektor UMI Hambali Thalib menjelaskan bahwa gedung itu nantinya akan diarahkan untuk menjadi pusat pengelolaan dan distribusi sistem informasi di lingkungan UMI.

Fasilitas ini diproyeksikan dapat mengintegrasikan berbagai sistem sehingga pengelolaan kampus menjadi lebih terhubung dan efisien.

Menurut Hambali, cakupan UMI Connection tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan layanan internal universitas, tetapi juga menghubungkan berbagai unit di bawah Yayasan Wakaf UMI. Integrasi tersebut mencakup bidang akademik, pengembangan sumber daya manusia, serta unit pendidikan dan pesantren yang berada dalam jaringan yayasan.

Pengembangan pusat teknologi informasi tersebut menjadi bagian dari upaya penataan sistem UMI secara menyeluruh. Integrasi sistem diharapkan dapat memperkuat daya saing universitas dengan menghubungkan berbagai aktivitas, mulai dari pengelolaan sarana dan prasarana hingga keuangan dan layanan lainnya.

Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof Masrurah Mokhtar menyatakan dukungan penuh yayasan terhadap pembangunan UMI Connection. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai simbol pengembangan teknologi, tetapi benar-benar mampu meningkatkan kualitas dan efisiensi layanan akademik, administrasi, keuangan, sumber daya manusia, serta berbagai layanan lainnya di lingkungan UMI.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof Mansyur Ramli menilai pembangunan pusat digital menjadi semakin strategis seiring dengan perkembangan UMI yang telah menjangkau berbagai wilayah.

Menurutnya, diperlukan sebuah sistem terpadu yang mampu menghubungkan seluruh unit dan menjadi pusat kendali berbagai aktivitas UMI, termasuk satuan pendidikan yang berada di bawah yayasan.

Secara fisik, UMI Connection dirancang sebagai gedung lima lantai dengan ukuran 19 x 9 meter pada setiap lantai. Masing-masing lantai memiliki fungsi berbeda yang disiapkan untuk mendukung layanan digital, infrastruktur teknologi informasi, pengembangan sistem, hingga kebutuhan pertemuan.

Lantai dasar akan difungsikan sebagai area sirkulasi sekaligus jalur akses terbuka yang menghubungkan bagian belakang dan depan gedung. Sementara itu, lantai dua akan menjadi pusat layanan digital terintegrasi yang mencakup bidang akademik, keuangan, sumber daya manusia, kemahasiswaan, administrasi, pelayanan publik, serta sistem informasi terpadu.

Lantai tiga dirancang sebagai pusat infrastruktur dan keamanan digital. Area tersebut akan dilengkapi ruang server utama dan pusat data. Struktur bangunan juga disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan perangkat server yang sensitif terhadap getaran.

Selanjutnya, lantai empat akan digunakan untuk perencanaan integrasi sistem dan pengembangan sejumlah platform digital, seperti AYO Kampus, Dashboard UMI, dan sistem SMART. Adapun lantai lima disiapkan sebagai ruang pertemuan yang dapat digunakan untuk rapat senat maupun kegiatan executive briefing.

Melalui pembangunan UMI Connection, UMI menargetkan terbentuknya infrastruktur digital yang mampu mengintegrasikan berbagai layanan dan aktivitas dalam satu ekosistem.

Fasilitas tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi transformasi digital UMI sekaligus memperkuat tata kelola kampus agar semakin terintegrasi, efektif, dan kompetitif.

Back to top button