Intip Perkembangan Terbaru Tol Serang-Panimbang, Proyek Strategis Nasional Penopang Ekonomi Banten

Top Konstruksi – Proyek Strategis Nasional atau PSN Tol Serang-Panimbang terus menunjukkan progres signifikan. Jalan tol ini menjadi penghubung vital yang diharapkan dapat mempercepat konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membuka akses wisata di wilayah Banten bagian selatan.
Hingga akhir Agustus 2026, pekerjaan konstruksi di beberapa seksi telah mencapai tahap penting. Proses pembebasan lahan, pematangan tanah, hingga pengaspalan terus dikebut agar target penyelesaian sesuai jadwal dapat tercapai.
Dilansir melalui akun Instagram @pu_jalan_banten, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten bersama para pemangku kepentingan melaksanakan koordinasi dan diskusi dalam rangka mendorong percepatan penyelesaian serta pengoperasian jalan tol Serang–Panimbang, khususnya pada Seksi 2 dan Seksi 3.
Dalam pertemuan itu, sejumlah agenda strategis turut dibahas. Di antaranya terkait pemenuhan Uji Laik Fungsi atau ULF, percepatan penyelesaian pembebasan lahan, penataan lahan wakaf, serta kesiapan infrastruktur penunjang operasional jalan tol.
Percepatan penyelesaian lahan menjadi salah satu perhatian utama agar proses pembangunan dapat berjalan optimal dan target operasional dapat segera diwujudkan. jalan tol Serang–Panimbang memegang peran penting sebagai penghubung utama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dalam mendukung mobilitas masyarakat, meningkatkan daya tarik investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten.
Kehadiran Tol Serang-Panimbang diproyeksikan memangkas waktu tempuh dari Serang ke Panimbang yang saat ini 3-4 jam melalui jalan nasional, menjadi sekitar 1,5 jam. Efisiensi waktu ini akan sangat membantu distribusi logistik, khususnya hasil pertanian, perikanan, dan UMKM di Banten Selatan.
Selain itu, tol ini menjadi akses utama menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang diharapkan menjadi investasi di sektor pariwisata, hotel, dan industri kreatif. Sinergi antara Kementerian PU, Pemerintah Provinsi Banten, Kantor Pertanahan, Kementerian Agama, BUJT, Pemerintah Daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan.
dikutip melalui website resmi bantenprov.go.id, Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung dapat langsung memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah sekitar Tanjung Lesung, potensi pariwisata Banten perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi daerah. Pengembangan tersebut juga perlu didukung dengan konektivitas dan infrastruktur yang memadai.
Pemerintah Provinsi Banten melihat pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya akan berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan. Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan mampu memancing investasi baru, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus memperluas perputaran ekonomi masyarakat di kawasan sekitar.















