/PUPR Percepat 2 SPAM Regional Guna Minimalisir Konsumsi Air Tanah Jakarta
Foto Desain SPAM Regional Karian-Serpong (Dok. Kementerian PUPR)
Foto Desain SPAM Regional Karian-Serpong (Dok. Kementerian PUPR)

PUPR Percepat 2 SPAM Regional Guna Minimalisir Konsumsi Air Tanah Jakarta

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah mempercepat penyelesaian pembangunan dua proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional untuk mengurangi penggunaan air tanah di DKI Jakarta.

Pasalnya sebelum dikeluarkannya aturan larangan penggunaan air tanah, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah menyebut pemerintah perlu memastikan pasokan air permukaan untuk di konsumsi warga Jakarta.

Oleh karena itu, Kementerian PUPR mendorong suplai tambahan permukaan air di Jakarta melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk meminimalisir masyarakat menggunakan air tanah secara berlebihan.

Adapun dua proyek SPAM yang tengah dipercepat tersebut adalah SPAM Regional Djuanda/Jatiluhur II dan SPAM Regional Karian-Serpong.

Zainal menyebut bahwa Pemerintah akan menghentikan kebijakan ekstraksi air tanah apabila dua Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Djuanda/Jatiluhur II dan Karian-Serpong sudah masuk ke DKI Jakarta.

Hal ini dilakukan agar permukaan tanah Jakarta tidak terus mengalami penurunan akibat penggunaan air tanah secara berlebihan dan masyarakat tidak dirugikan apabila mereka tak dapat mengambil air tanah.

Untuk SPAM Karian, pemerintah tengah mempersiapkan sistem yang akan digunakan untuk mengaliri air dari Bendungan Karian ke tempat pengolahan dan pendistribusian.

Sementara untuk SPAM Djuanda/Jatiluhur II, pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan pipa yang akan digunakan untuk mendistribusikan air.

Proyek SPAM Ir. H. Djuanda atau Jatiluhur II dibangun melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan estimasi biaya investasi pembangunan mencapai Rp5,97 triliun.

Pembangunan SPAM Regional Jatiluhur II yang telah dimulai konstruksinya sejak tahun 2021 lalu dan ditargetkan selesai tahun ini nantinya akan memanfaatkan alokasi air baku dari Waduk Jatiluhur sebesar 10.000 liter per detik untuk melayani pemenuhan air baku di area DKI Jakarta sebesar 3.500 liter per detik, Kabupaten Bekasi sebesar 2.000 liter per detik, Kabupaten Bogor sebesar 2.000 liter per detik, Kota Bekasi sebesar 1.000 liter per detik, dan Kabupaten Karawang sebesar 850 liter per detik.

Sistem penyediaan air ini meliputi pembangunan intake, pipa transmisi, instalasi pengolahan air (WTP), dan jaringan pengembangan utama.

Adapun SPAM Regional Karian-Serpong yang merupakan fasilitas air minum nantinya akan melayani Kota Tanggerang Selatan, Kota Tangerang, dan DKI Jakarta. 

Ruang lingkup yang dikerjakan dalam proyek ini mencakup pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 4.600 liter per detik, dan pembangunan pipa transmisi air minum curah sepanjang 25.2 km.