Proyek Tol Gilimanuk – Mengwi Siap Dilelang 2027, Perkuat Konektivitas Bali

HeadlineNews

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mematangkan rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi di Provinsi Bali. Proyek strategis nasional (PSN) ini dijadwalkan memasuki tahap lelang pada tahun 2027 mendatang dengan nilai investasi mencapai Rp12,7 triliun.

Jalan tol sepanjang 96,84 kilometer tersebut dirancang untuk menghubungkan wilayah barat dan tengah Bali, sekaligus memperkuat konektivitas logistik serta mendukung sektor pariwisata di Pulau Dewata.

Pemerintah memastikan proyek ini akan menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) guna mempercepat realisasinya.

Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menjelaskan bahwa proyek ini memiliki struktur pembiayaan yang cukup besar, dengan nilai investasi mencapai Rp12,7 triliun, termasuk biaya konstruksi sebesar Rp8,52 triliun serta dukungan pemerintah sekitar Rp4,59 triliun.

Selain itu, Ia juga menegaskan bahwa proyek tersebut telah dirancang secara matang, baik dari sisi teknis maupun pembiayaan.

Saat ini, Kementerian PU tengah mengakselerasi penyelesaian berbagai dokumen teknis dan administratif, mulai dari analisis dampak lingkungan hingga pengadaan lahan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proyek tidak mengalami hambatan saat memasuki tahap konstruksi.

Apabila seluruh persyaratan, termasuk analisis dampak lingkungan (amdal) dan analisis dampak lalu lintas, dapat diselesaikan sesuai rencana, proses lelang untuk penetapan badan usaha pelaksana ditargetkan dimulai pada 2027. Jalan tol ini diproyeksikan dapat mulai beroperasi pada 2031.

Dari sisi manfaat, kehadiran jalan tol ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan. Perjalanan dari Gilimanuk ke Mengwi yang saat ini memakan waktu sekitar enam jam diperkirakan dapat dipersingkat menjadi sekitar tiga jam.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian menyampaikan bahwa proses lelang ulang saat ini tengah memasuki tahap penyusunan kembali dokumen readiness criteria. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan pelelangan sekaligus untuk meningkatkan kelayakan proyek.

Ia menjelaskan bahwa penataan ulang lingkup proyek dan tahapan pembangunan dilakukan secara strategis guna meningkatkan daya tarik investasi serta memastikan proyek dapat dilaksanakan secara bertahap dan terukur, sesuai dengan kebutuhan lalu lintas yang berkembang.

Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah optimistis pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi dapat menjadi salah satu pengungkit utama konektivitas di Bali, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di wilayah tersebut

Back to top button