Pembangunan Stasiun Jatake Hampir Rampung, Siap Perkuat Layanan KRL Tangerang–Jakarta

HeadlineNews

Pembangunan Stasiun Jatake yang berlokasi di Kelurahan Jatake – Kadusirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, telah memasuki tahap akhir penyelesaian.

Hingga akhir November 2025, progres pembangunan stasiun tersebut tercatat mencapai 98,56 persen.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyampaikan bahwa capaian tersebut mencakup penyelesaian prasarana utama beserta berbagai fasilitas penunjang.

Saat ini, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan tengah melaksanakan tahapan akhir berupa uji prasarana dan kesiapan operasional.

Tahap ini dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, serta keandalan layanan telah memenuhi standar sebelum stasiun dioperasikan secara komersial.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa kehadiran Stasiun Jatake diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama untuk mobilitas harian, khususnya di kawasan Tangerang dan sekitarnya.

Menurutnya, sinergi antara KAI dan DJKA Kementerian Perhubungan dalam pengembangan stasiun ini mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan perkeretaapian yang andal, aman, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Dari sisi fasilitas, Stasiun Jatake dirancang untuk mendukung kebutuhan pengguna Commuter Line atau kereta rel listrik (KRL) secara menyeluruh. Di dalam gedung stasiun disediakan area aktivitas penumpang, zona komersial, serta ruang perkantoran KAI.

Sementara itu, area luar stasiun dilengkapi dengan fasilitas parkir untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda, serta lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi.

Anne menambahkan bahwa Stasiun Jatake dipersiapkan sebagai simpul layanan baru yang tidak hanya mendukung kelancaran naik turun penumpang, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi di kawasan sekitar yang terus berkembang.

Dari sisi layanan, stasiun ini akan melayani KRL lintas Tanah Abang–Rangkasbitung yang menghubungkan sejumlah stasiun utama, mulai dari Tanah Abang, Serpong, Parung Panjang, Maja, hingga Rangkasbitung. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat distribusi penumpang serta meningkatkan kelancaran mobilitas harian masyarakat.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menuturkan bahwa pembangunan Stasiun Jatake merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan transportasi publik di kawasan penyangga Jakarta.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah pengguna KRL lintas Rangkasbitung terus menunjukkan tren pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, jumlah pengguna tercatat sebanyak 43,31 juta orang dan meningkat menjadi 62,08 juta orang pada 2023.

Angka tersebut kembali naik menjadi 69,99 juta pengguna pada tahun 2024, serta mencapai 70,49 juta pengguna di sepanjang Januari hingga November 2025.

Menurut Bobby, peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi massal yang andal dan terintegrasi.

Oleh karena itu, Stasiun Jatake dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui penyediaan akses yang lebih dekat, perjalanan yang lebih tertata, serta distribusi penumpang yang lebih merata.

Bobby menjelaskan bahwa Stasiun Jatake dikembangkan dengan konsep kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) yang memadukan fungsi transportasi dengan aktivitas kawasan.

Stasiun yang terletak di KM 37+045 lintas Tanah Abang–Rangkasbitung ini berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai seluas sekitar 3.000 meter persegi.

Fasilitas stasiun dilengkapi dengan peron sepanjang 250 meter dan lebar masing-masing enam meter, serta diproyeksikan mampu melayani hingga 20.000 penumpang per hari.

Back to top button