Kenal Lebih Dekat Geomat, Material Pengendali Erosi yang Ramah Lingkungan

HeadlineNews

Melansir dari akun Instagram @pupr_bpjt, Geomat atau Geosynthetic Mat merupakan material Geosintetik berbentuk anyaman atau matras tiga dimensi yang ringan, berpori, dan dirancang untuk melindungi permukaan tanah.

Geomat berfungsi untuk mencegah erosi tanah akibat aliran air, terlebih pada wilayah lereng, menjaga stabilitas lereng melalui perkuatan permukaan tanah, serta mendukung pertumbuhan vegetasi secara alami dengan akar tanaman.

Geomat memiliki struktur tiga dimensi yang memungkinkan air meresap ke dalam tanah. Material geomat dibuat dari serat polimer yang disatukan melalui proses termal sehingga membentuk lapisan yang kuat dan fleksibel. Struktur tersebut berfungsi melindungi permukaan tanah dari erosi sekaligus memberikan ruang bagi akar tanaman untuk tumbuh dan mengikat tanah, sehingga vegetasi dapat berkembang tanpa mudah bergeser

Bagaimana Cara Geomat Melindungi Lereng?

Geomat bekerja sebagai matras pelindung dari erosi. Ketika hujan, struktur geomat  membantu mengurangi benturan langsung antara air dan tanah, sehingga risiko pengikisan tanah dapat diminimalkan.

Geomat yang juga berfungsi sebagai media vegetasi umumnya menggunakan tipe Legume Cover Crop (LCC). LCC diterapkan dengan media tanaman kelompok (taplok) dan hydroseeding. Metode taplok merupakan metode penanaman secara manual dengan membuat titik tanam pada jarak tertentu di lereng. Benih ditanam pada lubang yang telah disiapkan.

Metode hydroseeding digunakan untuk penyemaian benih yang ditanam. Penyemaian menggunakan campuran benih, air, pupuk, mulsa, dan tackifier yang disemprotkan ke permukaan lereng. Penggunaan hydroseeding lebih efektif untuk permukaan lereng yang lebih luas.

Seiring berjalannya waktu, benih tanaman yang berada di atas geomat akan tumbuh melalui pori-pori material. Ketika vegetasi tumbuh, geomat dan tanah akan membentuk sistem yang saling mengikat sehingga mampu mengurangi risiko erosi pada lereng.

Dok. Instagram akun @pupr_bpjt

Pengaplikasian Geomat pada Proyek Infrastruktur

Pada pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A Karanjoang-KKT  Karingau, geomat digunakan di  wilayah perbukitan, terutama pada wilayah Kalimantan Timur dengan curah hujan tinggi. Wilayah yang didominasi area perbukitan membuat pengendalian erosi lereng menjadi perhatian utama saat pembangunan Tol IKN Seksi 3A Karanjoang-KKT  Karingau.

Geomat juga diaplikasikan pada pembangunan ruas jalan Ende. Geomat dipasang di beberapa titik ruas jalan utama. Kondisi geografis Ende yang memiliki banyak lereng curam dan struktur tanah yang labil, ditambah curah hujan yang tinggi, membuat pemasangan geomat menjadi solusi untuk keamanan pengguna jalan.

Material geomat dapat menjadi solusi bagi proyek infrastruktur yang memiliki masalah pada tanah yang kurang stabil, lereng curam, dan wilayah proyek yang sering dilanda cuaca ekstrem. Geomat dapat menjaga stabilitas tanah dengan memanfaatkan akar tanaman menjadi media pertumbuhan vegetasi pada lereng.

Back to top button