Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2023, Bendungan Ameroro Capai Progres Konstruksi 71%

News

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini masih terus berupaya mempercepat pembangunan Bendungan Ameroro yang terletak di Desa Tamesandi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Saat ini progres konstruksi Bendungan Ameroro dilaporkan telah mencapai 71% dan ditargetkan rampung pada November 2023 mendatang.

Pembangunan bendungan ini bertujuan untuk meningkatkan volume tampungan air sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian dapat terus terjaga, serta dapat menjadi penyediaan air baku, dan pengendalian banjir di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pasalnya sebagai daerah penyangga Kota Kendari yang merupakan Ibu Kota Sulawesi Tenggara, Kabupaten Konawe diperkirakan akan terus berkembang yang dimana salah satunya melalui pengembangan industri nikel serta sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dengan kebutuhan air baku yang bersumber dari bendungan.

Menteri Basuki menjelaskan bahwa pembangunan bendungan tersebut diikuti juga dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga bendungan yang dibangun ini dapat memberikan manfaat yang nyata mengingat air dari bendungan tersebut nantinya akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari Kementerian PUPR Agus Safari mengungkapkan bahwa Bendungan Ameroro memiliki kapasitas tampung sebesar 98,81 juta m3 yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan air baku sebesar 0,51 m3/detik serta menyediakan air baku bagi daerah-daerah industri nikel yang berkembang di Konawe.

Bendungan Ameroro ini nantinya akan membendung Sungai Ameroro yang merupakan anak sungai dari Sungai Konaweha dengan fungsi utama untuk mereduksi banjir sebesar 443 m3/detik di wilayah Konawe.

Agus menyebut bahwa Bendungan Ameroro juga berpotensi menambah layanan daerah irigasi seluas 3,363 hektare di Kabupaten Konawe. Adapun suplai air irigasi dari bendungan tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan intensitas tanamnya jika dibandingkan dengan metode tadah hujan yang hanya satu kali dalam setahun

Sebagai informasi, Bendungan Ameroro merupakan salah satu proyek yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2020.

Proyek ini dibangun untuk menambah jumlah tampungan air di Sulawesi Tenggara dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan ketersediaan air.

Mulai dikerjakan konstruksinya sejak Desember 2020 silam, Bendungan Ameroro dibangun dengan menggunakan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1,6 triliun.

Adapun pembangunan bendungan ini dilaksanakan dalam 2 paket pekerjaan, yakni Paket I dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya-PT Sumber Cahaya Agung-PT Basuki Rahmanta Putra (KSO) dan Paket II dikerjakan oleh PT Hutama Karya- PT Adhi Karya (KSO).

Back to top button
formbukudirekrorigapensi