Di Bawah Kepemimpinan Jokowi, Tol Trans Sumatera Sudah Terbangun Sepanjang 1.021,5 km

Pemerintah melalui Hutama Karya telah berhasil membangun lebih dari 1.000 km ruas Jalan Tol Trans Sumatera

Infographic

Pemerintah melalui BUMN Konstruksi PT Hutama Karya (Persero) saat ini masih terus berkomitmen melanjutkan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang kian progresif selama empat tahun terakhir di bawah masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Tjahjo Purnomo menyampaikan bahwa pihaknya (Hutama Karya) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) telah berhasil membangun lebih dari 1.000 km ruas Jalan Tol Trans Sumatera termasuk dengan jalan tol dukungan konstruksi.

Hingga saat ini, Jalan Tol Trans Sumatera dilaporkan telah terbangun sepanjang ±1.021,5 km. Dimana dari panjang tersebut, ruas tol yang sedang konstruksi sepanjang 339,5 km dan ruas tol yang sudah beroperasi sepanjang 682 km.

Adapun ruas tol yang telah beroperasi secara penuh tersebut diantaranya yaitu :

  • Tol Bakauheni – Terbanggi Besar sepanjang 141 km,
  • Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 189 km,
  • Tol Palembang – Indralaya sepanjang 22 km,
  • Tol Medan Binjai sepanjang 17 km,
  • Tol Pekanbaru – Dumai sepanjang 132 km,
  • Tol Sigli Banda Aceh Seksi 2 – 6 sepanjang 50 km
  • Tol Binjai – Langsa Seksi 1 Ruas Binjai – Stabat sepanjang 12 km,
  • Tol Bengkulu – Taba Penanjung sepanjang 17 km,
  • Tol Pekanbaru – Bangkinang sepanjang 31 km,
  • Tol Indralaya – Prabumulih sepanjang 64,5 km,
  • Tol Binjai – Langsa Segmen Binjai – Kuala Bingai sepanjang 7,5 km.

Tak berhenti sampai disitu, baru – baru ini juga dikabarkan ada ruas jalan tol trans sumatera lainnya yang kini dilaporkan siap untuk dioperasikan dalam waktu dekat yaitu Indrapura – Kisaran Seksi 1 Indrapura – Lima Puluh.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) Budi Harto menargetkan progres Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) baik yang sudah beroperasi maupun tengah dalam pembangunan ditargetkan selesai pada tahun 2024 mendatang.

Mengutip laman website Hutama Karya, Pembangunan jalan tol ini tak lepas dari dukungan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pemegang saham yang bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kehadiran JTTS ini diyakini tak hanya menurunkan biaya logistik serta memangkas waktu tempuh distribusi barang dan jasa antar wilayah. Tetapi juga akan memberikan efek berganda “multiplier effect” bagi wilayah Sumatera.

Berita Infografis Lainnya

Back to top button
formbukudirekrorigapensi