Brantas Abipraya Pastikan Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 Tepat Waktu dan Berkualitas

HeadlineNews

PT Brantas Abipraya (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan nasional melalui proyek Sekolah Rakyat.

Hal tersebut tercermin dari kunjungan langsung Direktur Utama Brantas Abipraya, Agung Fajarwanto, ke lokasi Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 dalam rangka Management Walkthrough.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan berjalan sesuai target, kualitas konstruksi tetap terjaga, serta penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilaksanakan secara optimal di lapangan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memenuhi standar mutu yang tinggi.

Dalam keterangannya, Agung menekankan bahwa proyek Sekolah Rakyat memiliki nilai strategis sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan tersebut tidak sekadar berfokus pada aspek fisik, melainkan juga diarahkan untuk mendukung lahirnya generasi unggul Indonesia.

Ia juga menegaskan bahwa percepatan penyelesaian proyek dilakukan dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi serta keselamatan kerja.

Upaya ini sekaligus mencerminkan kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan sebagai salah satu instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo sebelumnya menyampaikan bahwa program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam menurunkan angka kemiskinan, bahkan menuju nol persen, melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas.

Proyek Sekolah Rakyat Jatim 2 sendiri mulai dikerjakan sejak Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. Dibangun di atas lahan seluas 58.100 meter persegi, kawasan ini dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu yang modern dan inklusif.

Fasilitas yang dibangun mencakup gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, hunian vertikal bagi tenaga pengajar, gedung serbaguna, kantin, dapur, lapangan mini soccer, lapangan upacara, hingga bangunan utilitas mekanikal, elektrikal, dan perpipaan (MEP). Seluruh bangunan dirancang dua lantai untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang dan efisiensi lahan.

Program Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama intervensi jangka panjang dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Secara nasional, Brantas Abipraya turut terlibat dalam pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah, antara lain Sulawesi Tenggara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Seluruh proyek tersebut merupakan bagian dari target pembangunan 200 unit Sekolah Rakyat yang dilaksanakan secara bertahap.

Melalui keterlibatan ini, perusahaan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kualitas infrastruktur, aksesibilitas, serta keberlanjutan operasional sekolah di masa depan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

Back to top button