Jasa Marga Targetkan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 6 Beroperasi Akhir Tahun 2026

News

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) saat ini nampaknya masih terus berupaya mendorong penyelesaian pembangunan Jalan Tol Yogyakarta – Bawen.          .

Jasa Marga menargetkan pembangunan Seksi 6 pada jalan tol tersebut yang menghubungkan Ambarawa hingga Bawen dapat rampung dan siap beroperasi pada akhir tahun 2026 mendatang.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan informasi bahwa ruas Seksi 6 dari Simpang Susun (SS) Ambarawa hingga Junction (JC) Bawen saat ini telah memasuki tahap uji laik fungsi dan operasi.

Dan berdasarkan informasi yang dikutip dari laman instagram jasamargajogjabawen.official, Rangkaian Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 Ambarawa–Bawen telah selesai dilaksanakan pada 28 Agustus–4 September 2026.

Kegiatan meliputi peninjauan lapangan, pemeriksaan, hingga pleno pembahasan hasil dengan melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, BPJT, BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta, serta PT Trans Marga Jateng.

Proses uji laik fungsi ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum jalan tol tersebut digunakan secara penuh oleh masyarakat.

Menurut Rivan, beroperasinya ruas ini akan memperkuat konektivitas antara wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Kehadiran infrastruktur ini juga diharapkan mampu memperlancar distribusi logistik sekaligus mendukung perkembangan sektor pariwisata di kawasan yang dilalui.

Selain mengejar target penyelesaian Seksi 6, Jasa Marga juga tengah mematangkan pekerjaan pada bagian lain dari Jalan Tol Yogyakarta – Bawen, khususnya ruas Yogyakarta atau Sleman hingga SS Banyurejo.

Ruas tersebut kini diketahui telah memasuki tahap akhir penyelesaian pekerjaan. Setelah seluruh pekerjaan lapangan dituntaskan, Jasa Marga berencana melaksanakan proses Final Handover (FHO) pada akhir September 2026 sebagai bagian dari tahapan serah terima pekerjaan utama.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Yogyakarta – Bawen memiliki panjang sekitar 74,13 kilometer yang terbagi menjadi enam seksi.

Enam seksi tersebut di antaranya :

  • Seksi 1 yang menghubungkan Yogyakarta dengan SS Banyurejo sepanjang 8,8 kilometer,
  • Seksi 2 yang membentang dari SS Banyurejo hingga SS Borobudur sepanjang 15,2 kilometer..
  • Seksi 3 yang menghubungkan SS Borobudur dengan SS Magelang sepanjang 8,10 kilometer.
  • Seksi 4 yang membentang dari SS Magelang hingga SS Temanggung sepanjang 16,65 kilometer.
  • Seksi 5 yang menghubungkan SS Temanggung dengan SS Ambarawa sepanjang 21,39 kilometer.
  • Seksi 6 yang menjadi salah satu fokus penyelesaian, memiliki panjang 4,98 kilometer dan menghubungkan SS Ambarawa dengan JC Bawen.

Dari sisi teknis, jalan tol tersebut dirancang dengan kecepatan rencana hingga 80 kilometer per jam. Pada tahap awal, konfigurasi jalan terdiri atas dua lajur pada masing – masing arah atau 2×2 lajur, yang selanjutnya diproyeksikan meningkat menjadi 2×3 lajur pada tahap akhir.

Setelah seluruh seksi tersambung dan beroperasi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen akan menjadi bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang tidak hanya akan menghubungkan Jalan Tol Semarang-Solo dengan jaringan Tol Solo-Yogyakarta-Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo.

Tetapi keberadaannya juga dinilai mampu memangkas waktu tempuh antarkawasan serta memperkuat konektivitas ekonomi, logistik dan pariwisata di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Back to top button