Jusuf Hamka Optimis Tol Harbour Road II Jadi Langkah Awal Bangun Konektivitas hingga Cikunir

News

Pembangunan Jalan Tol Harbour Road II Ruas Ancol Timur – Pluit dibangun dengan struktur jalan layang bertingkat setinggi 38 meter di atas permukaan laut, menjadikan Tol Harbour Road II sebagai jalan tol tertinggi di Jakarta. Tol HBR II dibangun sebagai langkah penguraian kemacetan lalu lintas di jalan eksisting Tol Harbour Road I.

Pengembangan Jalan Tol Harbour Road II berada di bawah PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). CMNP, yang telah berdiri sejak 1987, membuka era baru kemitraan masyarakat dan swasta dalam pengusahaan jalan tol, melalui perannya dalam membangun jalan tol  ruas Cawang – Tanjung Priok (North South Link/NSL) pada tahun 1987 lalu.

Dalam pelaksanaannya, proyek Tol Harbour Road II didukung oleh tim manajemen konstruksi dari PT Eskapindo Matra dan PT Maratama Cipta Mandiri, sementara PT Cipta Graha Abadi berperan sebagai konsultan perencana yang mendukung aspek perencanaan teknis proyek.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bersama PT Girder Indonesia (GI) sebagai kontraktor utama proyek Jalan Tol Harbour Road II II. Tol HBR II dibangun menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas pada arus distribusi logistik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Jusuf Hamka, dalam kunjungannya bersama tim Kepala Staf Kepresidenan, meninjau progres proyek Jalan Tol Harbour Road II Ruas Ancol Timur – Pluit.

Dok. official.girderindonesia

Mengutip dari Instagram resmi Jusuf Hamka, dalam kunjungannya, Jusuf Hamka mengatakan, “Jalan Tol Harbour Road II ini buat saya merupakan salah satu cita-cita sejak lama, karena ini (Tol Harbour Road II) elevated di atas yang sudah ada. Jadi kalo boleh bilang dulu single decker sekarang double decker kali ya. Ini dibangun oleh anak bangsa sendiri tanpa ada orang-orang luar negeri.”

Proyek Jalan Tol Harbour Road II Ancol Timur – Pluit memiliki keunikan melalui desain dan metode konstruksi yang mengusung struktur jalan layang bertingkat. Proyek tol sepanjang 9,7 km ini dibangun menggunakan teknologi segmented box girder dengan lebar 14,3 meter.

Dengan skema pembiayaan penuh dari swasta, yaitu PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, tanpa ada bantuan dari APBN, begitu pula dengan pembiayaan pembebasan lahan.

“Jangan bikin cuma (terkoneksi) ke Bandara, Pluit – Gatot Subroto, Karawaci, Tomang, keluar lagi ke Gatot Subroto – Cawang (sampai) ke Cikunir. Nanti kalau Cikunir kita ke Jati Asih, yang kerja anak bangsa tenang aja” tambahnya.

Jalan Tol Harbour Road II Ancol Timur–Pluit dibangun tidak semata untuk mengurai kepadatan arus distribusi logistik di kawasan Tanjung Priok. Kehadirannya juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan bandara sekaligus menjadi langkah awal terbentuknya konektivitas hingga wilayah Cikunir seperti yang dicita-citakan oleh Jusuf Hamka.

Pembangunan Jalan Tol Harbour Road II Ruas Ancol Timur – Pluit dibangun dengan struktur jalan layang bertingkat setinggi 38 meter di atas permukaan laut, menjadikan Tol Harbour Road II sebagai jalan tol tertinggi di Jakarta. Tol HBR II dibangun sebagai langkah penguraian kemacetan lalu lintas di jalan eksisting Tol Harbour Road I.

Pengembangan Jalan Tol Harbour Road II berada di bawah PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP). CMNP, yang telah berdiri sejak 1987, membuka era baru kemitraan masyarakat dan swasta dalam pengusahaan jalan tol, melalui perannya dalam membangun jalan tol  ruas Cawang – Tanjung Priok (North South Link/NSL) pada tahun 1987 lalu.

Dalam pelaksanaannya, proyek Tol Harbour Road II didukung oleh tim manajemen konstruksi dari PT Eskapindo Matra dan PT Maratama Cipta Mandiri, sementara PT Cipta Graha Abadi berperan sebagai konsultan perencana yang mendukung aspek perencanaan teknis proyek.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bersama PT Girder Indonesia (GI) sebagai kontraktor utama proyek Jalan Tol Harbour Road II II. Tol HBR II dibangun menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan lalu lintas pada arus distribusi logistik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Jusuf Hamka, dalam kunjungannya bersama tim Kepala Staf Kepresidenan, meninjau progres proyek Jalan Tol Harbour Road II Ruas Ancol Timur – Pluit.

Dok. official.girderindonesia
Mengutip dari Instagram resmi Jusuf Hamka, dalam kunjungannya, Jusuf Hamka mengatakan, “Jalan Tol Harbour Road II ini buat saya merupakan salah satu cita-cita sejak lama, karena ini (Tol Harbour Road II) elevated di atas yang sudah ada. Jadi kalo boleh bilang dulu single decker sekarang double decker kali ya. Ini dibangun oleh anak bangsa sendiri tanpa ada orang-orang luar negeri.”

Proyek Jalan Tol Harbour Road II Ancol Timur – Pluit memiliki keunikan melalui desain dan metode konstruksi yang mengusung struktur jalan layang bertingkat. Proyek tol sepanjang 9,7 km ini dibangun menggunakan teknologi segmented box girder dengan lebar 14,3 meter.

Dengan skema pembiayaan penuh dari swasta, yaitu PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, tanpa ada bantuan dari APBN, begitu pula dengan pembiayaan pembebasan lahan.

“Jangan bikin cuma (terkoneksi) ke Bandara, Pluit – Gatot Subroto, Karawaci, Tomang, keluar lagi ke Gatot Subroto – Cawang (sampai) ke Cikunir. Nanti kalau Cikunir kita ke Jati Asih, yang kerja anak bangsa tenang aja” tambahnya.

Jalan Tol Harbour Road II Ancol Timur–Pluit dibangun tidak semata untuk mengurai kepadatan arus distribusi logistik di kawasan Tanjung Priok. Kehadirannya juga diarahkan untuk memperkuat konektivitas menuju kawasan bandara sekaligus menjadi langkah awal terbentuknya konektivitas hingga wilayah Cikunir seperti yang dicita-citakan oleh Jusuf Hamka.

Back to top button