WIKA BETON, Hadirkan Inovasi Concrete Level Crossing Untuk Perlintasan Rel Kereta, Solusi Tekan Angka Kecelakaan

HeadlineNewsPress Release

Jakarta – Perlintasan sebidang atau pertemuan langsung antara jalur kereta api dan jalan raya, kerap kali menjadi titik rawan kecelakaan. Menyadari risiko tersebut, peningkatan keselamatan di area ini kini menjadi perhatian masyarakat.

Sepanjang tahun 2023-2026, terdapat 984 kasus kecelakaan di perlintasan sebidang berdasarkan data sektor perkeretaapian Indonesia. Oleh karena itu, revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan fasilitas keselamatan di 1.638 titik dari total 3.674 titik perlintasan sebidang yang tersebar di Indonesia.

Melalui Concrete Level Crossing (CLC), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) anak perusahaan dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menghadirkan inovasi teknologi beton pracetak untuk revitalisasi perlintasan sebidang. CLC merupakan produk beton modular pracetak dengan sistem knock down yang dirancang khusus untuk pemasangan yang lebih mudah dan cepat.

Mengapa Inovasi CLC Diciptakan padahal Bisa Dilakukan Penutupan Perlintasan?

Meskipun penutupan perlintasan sebidang liar atau tidak berizin adalah langkah paling aman untuk menekan angka kecelakaan, pada kenyataannya tidak semua perlintasan bisa ditutup begitu saja. Dari ribuan titik perlintasan aktif, penutupan perlintasan akan dilakukan pada 172 titik oleh pihak terkait.

Sisa perlintasan lainnya tetap harus dipertahankan menimbang kondisi geografis dan keterbatasan lahan sering kali tidak memungkinkan pembangunan flyover atau underpass. Oleh karena itu, revitalisasi perlintasan dengan menggunakan infrastruktur keselamatan seperti CLC menjadi solusi paling logis dan efisien untuk meminimalkan risiko kecelakaan tanpa memutus konektivitas publik.

Beton Pracetak untuk Perlintasan Sebidang

Di Indonesia, revitalisasi perlintasan kebanyakan masih menggunakan aspal konvensional. Penggunaan aspal rentan mengalami kerusakan berulang. Sebagai solusi modern, peningkatan fasilitas keamanan di perlintasan dapat beralih dari aspal menggunakan beton pracetak modular seperti CLC dengan keunggulan berikut:

  • Pemasangan Cepat (Knock-Down): Struktur modular memudahkan pemasangan dengan cepat sehingga meminimalkan gangguan operasional lalu lintas.
  • Tahan Beban Kendaraan Berat: Kuat menahan beban dinamis dan statis kendaraan berat.
  • Permukaan Lebih Stabil dan Nyaman: Permukaan rata minim guncangan dan getaran untuk kenyamanan pengguna jalan.
  • Durabilitas Jangka Panjang: Lebih tahan terhadap arus dan perubahan cuaca
  • Perawatan Lebih Mudah: Sistem perlintasan sebidang dapat dibongkar pasang untuk perawatan ballast.

Sebagai informasi, WIKA Beton merupakan produsen beton pracetak terbesar di Asia Tenggara. Sejak tahun 1984, WIKA Beton mengembangkan berbagai produk untuk sektor perkeretaapian seperti railway sleeper, slab track, wesel, hingga CLC.

Back to top button