Pemerintah Siapkan Rp32,8 Triliun untuk Bangun 15 Bendungan Demi Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

HeadlineNews

Pemerintah saat ini masih terus berupaya memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui berbagai langkah. Salah satunya melalui percepatan pembangunan bendungan dan jaringan irigasi di wilayah Indonesia.

Sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah membangun sebanyak 15 bendungan di berbagai daerah selama periode tahun 2025–2029.

Pembangunan ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang difokuskan untuk memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjamin ketersediaan air bagi sektor pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung swasembada pangan.

Keberadaan infrastruktur ini menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi pertanian di Indonesia mengingat masih banyak kawasan yang bergantung pada curah hujan tanpa dukungan bendungan dan jaringan irigasi yang memadai.

Sehingga membuat produktivitas pertanian rentan terhadap perubahan iklim, termasuk ancaman kekeringan saat fenomena El Nino maupun banjir akibat tingginya intensitas hujan.

Untuk mewujudkan target swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintah, Presiden Prabowo Subianto telah memulainya dengan peresmian secara serentak lima bendungan yang berada di empat provinsi, yakni Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Aceh pada 10 Juli 2926.

Peresmian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam percepatan pembangunan infrastruktur sumber daya air nasional.

Apabila seluruh proyek tersebut selesai, ke – 15 bendungan tersebut diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1 miliar meter kubik air serta memasok kebutuhan irigasi bagi lebih dari 200.000 hektare lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia.

Kurnia menegaskan bahwa keberadaan bendungan tidak hanya berperan dalam menjamin pasokan air untuk pertanian, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas. Infrastruktur tersebut mendukung penyediaan air baku, pengendalian banjir, hingga pengembangan energi bersih dan terbarukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek bendungan ini juga menambah daftar jumlah bendungan di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian PU per 21 Juli 2026, Indonesia kini memiliki 240 bendungan yang telah beroperasi dan sebanyak 15 bendungan lainnya masih dalam tahap pembangunan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp32,8 triliun.

Sebanyak 240 bendungan tersebut memiliki total volume tampungan mencapai 9,74 miliar meter kubik sebagaimana informasi yang dikutip dari laman Kementerian PU per 24 Juli 2026.

Selain bendungan, infrastruktur sumber daya air lainnya juga tersebar di seluruh Indonesia, yakni 601 situ dan danau dengan kapasitas tampungan sekitar 135,59 miliar meter kubik, 1.034 tampungan air baku dengan volume 435,67 juta meter kubik, serta 10.789 sumur bor yang memiliki total kapasitas 114.811 meter kubik per detik.

Di tengah potensi musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, ratusan bendungan yang telah beroperasi menjadi andalan pemerintah dalam menjaga ketersediaan cadangan air.

Kemudian Kementerian PU mencatat optimalisasi layanan irigasi dari bendungan berpotensi meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Dengan demikian, produktivitas lahan pertanian diperkirakan dapat meningkat hingga 200–300 persen per tahun, sehingga memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

Back to top button