Pembangunan PLTP Dieng Unit 2 Berkapasitas 55 MW Telah Resmi Dimulai

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2 berkapasitas 55 Megawatt (MW) telah resmi dimulai.
Hal ini ditandai dengan pelaksanaan seremoni peletakkan batu pertama atau groundbreaking yang dilaksanakan PT Geo Dipa Energi (Persero) di Wilayah Kerja Panas Bumi Dieng, Jawa Tengah sebagaimana informasi yang dikutip dari laman instagram Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) @djebtke pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Melalui postingan tersebut, Ditjen EBTKE Kementerian ESDM menegaskan bahwa Groundbreaking PLTP Dieng Unit 2 ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi panas bumi untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih.
Tidak hanya itu, penambahan kapasitas ini juga menjadi bagian dari pencapaian visi Panas Bumi 30.1, menuju Indonesia sebagai negara dengan kapasitas panas bumi terbesar di dunia pada tahun 2030 mendatang.
Pasalnya dengan tambahan kapasitas sebesar 55 MW, proyek ini diproyeksikan membawa kontribusi nyata dalam :
- Menambah kapasitas pembangkit panas bumi nasional
- Memperkuat keandalan sistem kelistrikan Jawa – Madura – Bali (Jamali)
- Menghasilkan listrik bersih untuk baseload yang stabil dan tidak bergantung pada cuaca
- Mendukung terwujudnya swasembada energi dan transisi energi nasional
Selain memperkuat pasokan energi nasional, proyek PLTP Dieng juga diharapkan menjadi motor penggerak perekonomian regional melalui kontribusi finansial terhadap pendapatan daerah.
Rangkaian kegiatan pembangunan tersebut juga membawa multiplier effect bagi perekonomian lokal yang tak hanya menciptakan peluang usaha baru serta mendorong kemajuan daerah dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kearifan lokal, tetapi pembangunan proyek ini juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, proyek tersebut akan menyerap sekitar 800 orang tenaga kerja langsung dari berbagai macam keahlian pada saat puncak masa konstruksi, dengan minimal sebanyak 20% merupakan tenaga kerja lokal.
Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani menyampaikan apresiasi kolaborasi yang dilakukan GDE dengan seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan PLTP Dieng Unit 2.
Ia menilai pembangunan PLTP ini merupakan investasi strategis yang mendukung transisi menuju ekonomi hijau sekaligus memperkuat pondasi ketahanan energi nasional.
Selain itu, Direktur Utama PT Rekayasa Engineering, Donal Silitonga juga menilai proyek ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan energi panas bumi nasional sekaligus mendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan Indonesia.
Direktur Utama GDE, Yudistian Yunis juga menjelaskan bahwa proyek PLTP Dieng Unit 2 ini tidak hanya dapat memperkuat pasokan energi listrik, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya ekonomi hijau serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Menurutnya, Energi bersih yang andal akan menjadi faktor penting dalam menarik investasi industri, memperkuat kawasan ekonomi, serta mendukung pertumbuhan industri yang membutuhkan pasokan energi rendah emisi.
Oleh karena itu, Yudistian menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Asian Development Bank, kontraktor Joint Operation PT Timas Suplindo dan PT Rekayasa Engineering, hingga masyarakat sekitar yang turut mendukung kelancaran proyek.
PT Geo Dipa Energi menargetkan proyek ini dapat mencapai tahap Commercial Operation Date (COD) atau mulai beroperasi secara komersial pada 28 Maret 2028 mendatang. Setelah COD, listrik yang dihasilkan akan langsung disalurkan ke PT PLN (Persero).
Adapun total investasi yang disiapkan untuk pembangunan proyek ini mencapai sekitar US$350 juta atau lebih dari Rp5,6 triliun (kurs Rp16.000 per dolar AS) sebagaimana informasi yang dikutip dari pesonafm.wonosobokab.go.id.
Nilai tersebut mencakup kegiatan pengeboran sekitar 10 sumur produksi serta pembangunan fasilitas pembangkit listrik.
Yudistian memastikan pelaksanaan proyek akan tetap mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pelibatan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi dan sinergi yang baik menjadi kunci agar pengembangan energi panas bumi dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang seimbang dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Dengan dimulainya pembangunan PLTP Dieng Unit 2, PT Geo Dipa Energi berharap dapat memperkuat perannya dalam pengembangan energi panas bumi nasional yang berkontribusi nyata menjadi salah satu motor penggerak dalam mewujudkan kemandirian energi, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan masa depan energi bersih berkelanjutan di Indonesia.
















