Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional, PUPR Jalankan 7 Program Prioritas

News

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjabarkan tujuh program prioritas nasional yang akan dilaksanakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan reformasi struktural pada tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI yang dipimpin oleh Ketua Komisi V DPR RI Lasarus membahas Evaluasi pelaksanaan APBN Tahun 2021 dan Program Kerja Tahun 2022 yang diselenggarakan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan tujuh program prioritas nasional tersebut merujuk pada Undang-Undang nomor 6 Tahun 2021 tentang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022 dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 85 Tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022.

Berikut tujuh program yang menjadi focus atau perioritas nasional Kementerian PUPR di tahun 2022 :

Pertama, memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan

Kedua, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan.

Ketiga, meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Keempat, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

Kelima, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar.

Keenam, membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, perubahan iklim, dan program prioritas

Dan yang terakhir yakni program prioritas ketujuh adalah memperkuat stabilitas polhukam dan transformasi pelayanan publik.

Pada intinya Kementerian PUPR akan mendukung seluruh program prioritas nasional tersebut sesuai dengan porsi kebutuhan dan lingkup kewenangannya.

Diketahui, Kementerian PUPR memperoleh pagu indikatif Tahun Anggaran (TA) 2022 senilai Rp100,6 Triliun yang akan dialokasikan untuk melanjutkan program pembangunan infrastruktur PUPR bidang sumber daya air, jalan dan jembatan,

permukiman dan perumahan dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi sektor riil untuk tetap bertahan pada masa pandemi Covid-19.

Dengan Pagu anggaran sebesar Rp100,6 triliun, rencana program yang akan dilaksanakan sebagai berikut:

Pertama, bidang sumber daya air sebesar Rp41,2 triliun yang mencakup pembangunan37 unit bendungan, 42.400 hektare pembangunan daerah irigasi, 21 embung, 2,86 meter persegi/detik, 157 km pengendali banjir & pengaman pantai.

Kedua, bidang Jalan dan Jembatan sebesar Rp39,7 triliun yang diutamakan untuk pembangunan 9,2 km pengembangan jalan tol, 354 km pembangunan jalan baru, 23.715 m dan pembangunan flyover/underpass.

Ketiga, permukiman menyerap Rp12,5 triliun untuk 1637 liter/detik SIPAM, 21.000 KK sampah terkelola, 8.410 KK pengelolaan air limbah, 802 ha penanganan Kws. Kumuh, 8 kawasan pengembangan PLBN terpadu, 729 unit pembangunan & rehabilitasi prasarana & sarana pendidikan, olahraga dan pasar.

Terakhir, bidang perumahan sebesar Rp5,1 triliun mencakup pembangunan 5.141 unit rumah susun, 1823 unit rumah khusus, 101.259 rumah swadaya, dan 20.500 unit PSU perumahan.

Back to top button