Pemerintah dan BUMN Jajaki Pembangunan 1.000 Rusun di Lahan KAI Jakarta
Pemerintah bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mematangkan langkah dalam merealisasikan program pembangunan 3 juta hunian bagi masyarakat.
Salah satu upaya tersebut ditandai dengan peninjauan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Jalan Kemukus, sekitar Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat.
Peninjauan dilakukan oleh Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lahan yang akan dimanfaatkan dalam pembangunan rumah susun (rusun), khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebelum mengunjungi lokasi tersebut, Menteri PKP diketahui telah melakukan survei di kawasan Stasiun Tanah Abang sebagai bagian dari perencanaan pembangunan hunian vertikal bersubsidi.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini juga tengah menyusun berbagai regulasi pendukung, termasuk aturan terkait penyelenggaraan rumah susun subsidi.
Selain regulasi, pemerintah turut menyiapkan skema pembiayaan alternatif melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Dalam skema ini, aset lahan tetap menjadi milik negara, sementara pembangunan dilakukan oleh pihak swasta sebelum nantinya dikembalikan kepada negara.
Salah satu perusahaan yang telah menyatakan komitmennya adalah PT Astra International Tbk. Perusahaan tersebut berencana membangun sekitar 1.000 unit rumah susun layak huni. Setiap unit dirancang memiliki luas 35 meter persegi, dilengkapi dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
Pihak Astra menyampaikan bahwa realisasi pembangunan akan dimulai setelah kepastian penyediaan lahan dari negara. Proyek ini diharapkan dapat segera dimulai pada tahun ini, seiring dengan finalisasi kesiapan lokasi.
Terkait penentuan lokasi pembangunan, pemerintah akan menunggu hasil kajian dari BP BUMN dan PT KAI selaku pemilik aset lahan. Proses identifikasi dan penetapan lokasi saat ini masih berlangsung dan ditargetkan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Dony Oskaria menyampaikan bahwa pihaknya bersama KAI tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah titik lahan yang potensial untuk dikembangkan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah dan menengah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta, program pembangunan hunian ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi kebutuhan perumahan di kawasan perkotaan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset negara secara produktif.















