Pasca Gempa NTT, Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur

News

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus lalu menyisakan duka bagi Indonesia. Gempa berskala 7,7 Richter meruntuhkan bangunan, menutup akses jalan, bahkan merusak fasilitas kesehatan. Guncangan dahsyat membuat aktivitas warga NTT lumpuh.

Serangkaian gempa susulan juga terus terjadi. Mengutip laman bmkg.com, hingga hari ini, Jumat, 21 Agustus dini hari, gempa susulan masih terjadi. Gempa dengan magnitudo 5,2 Richter pada kedalaman 23 km.

Mengutip Instagram @pu_binamarga, dilaporkan 9 ruas jalan nasional, 65 titik longsoran, 5 titik patahan, serta 9 jembatan dan duiker terdampak akibat gempa yang mengguncang wilayah NTT.

Salah satu jalan yang terdampak adalah akses menuju Desa Lidi, Pulau Palu’e, jalan Krica–Lidi, ruas Ruteng–Reo–Kedindi, Ende, sebagai jalur logistik, serta ruas jalan km. 210 – Bts. Kab. Manggarai.

Dok. Instagram @kementerianpu

Ruas Ruteng–Reo–Kedindi telah lebih dulu dilakukan pembersihan material longsoran. Kementerian PU melalui BPJN NTT menerjunkan alat berat untuk membuka akses jalur logistik dan BBM ini. Pasca gempa, di hari yang sama, BPJN NTT langsung melakukan pembersihan material longsor untuk memastikan bantuan logistik serta cadangan BBM di wilayah NTT tetap aman.

Ruas Krica–Lidi sebagai akses menuju Desa Lidi, Pulau Palu’e, terdapat setidaknya 10 titik longsor dengan skala bervariasi, mulai dari longsoran kecil hingga longsoran besar. Pada 20 Agustus, 5 titik longsorn telah tertangani. Ruas jalan yang menjadi akses mobilitas masyarakat untuk bekerja, bersekolah, dan tersambung dengan wilayah lain telah kembali fungsional.

Ruas Jalan Km. 210 – Bts. Kab. Manggarai sempat lumpuh total akibat tertutup tanah dan batuan lereng. Ruas jalan ini telah kembali fungsional setelah Kementerian PU menurunkan alat berat dan personelnya untuk melakukan pembersihan ruas jalan.

Jalan Trans Flores juga terdampak akibat gempa. 9 jalan nasional di jalur Trans Flores tertutup material longsor. Pada 20 Agustus 9 jalan nasional telah kembali dapat dilalui. Normalisasi jalur terus dikebut demi kelancaran aksesibilitas dengan mengutamakan faktor keselamatan masyarakat.

Jembatan Bailey juga diturunkan. Rangka baja Bailey dikirimkan oleh BBPJN Sulawesi Utara bersama bantuan logistik untuk masyarakat sebagai dukungan penanganan darurat pasca gempa. Rangka Bailey akan digunakan sebagai jembatan darurat di wilayah terdampak. Jembatan Bailey diperuntukkan sebagai solusi sementara untuk menjaga aksesibilitas masyarakat.

Pemulihan Infrastruktur Air

Selain pemulihan infrastruktur terdampak yang terus dikebut. Kementerian PU melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPBPK) NTT telah melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana air minum di sejumlah wilayah terdampak. Jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Inpres 2024 IKK Nangaba di Kabupaten Ende yang mengalami kerusakan telah diperbaiki pada 16 Agustus dan rampung pada malam 17 Agustus 2026.

Dok pu.go.id

Personel tambahan sebanyak 10 orang  diberangkatkan dari Kupang guna mendukung pemeriksaan dan penanganan sarana air minum di Maumere, Ende, dan Nagekeo. Di Kabupaten Nagekeo, 3 unit Mobil Tangki Air (MTA) telah dikerahkan guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Serta 16 Hidran Umum (HU) diturunkan. Kementerian PU juga menyiagakan 2 unit mobil tangki air dan 1 unit truk tinja untuk mendukung kesehatan dan sanitasi masyarakat selama di pengungsian.

Bantuan air bersih disiapkan  di tenda pengungsian Kelurahan Maupongo yang dapat melayani 152 kepala keluarga (KK). Dukungan juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas umum, antara lain masjid, sekolah, dan Koramil.

Di Kabupaten Ende, bantuan air bersih disiapkan untuk tiga desa, yakni Desa Raporendu, Desa Randotonda, dan Desa Ndetundora, yang secara keseluruhan dapat melayani 725 KK atau 2.609 jiwa.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTT yang terdampak akibat gempa. Penanganan infrastruktur yang rusak dan akses jalan yang tertutup terus dilakukan pemulihan untuk menunjang mobilitas serta menjaga konektivitas masyarakat

Back to top button