Lahan KAI di Manggarai Disiapkan untuk Bangun 3.740 Rusunami Subsidi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah menyiapkan lahan seluas sekitar 2,2 hektare di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan untuk pembangunan rumah susun milik (rusunami) bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pemanfaatan aset tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengoptimalkan lahan yang dimiliki untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat.
Selain itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah hunian yang layak, terjangkau dan terintegrasi dengan transportasi publik bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Adapun masyarakat yang membeli unit rusunami nantinya akan mendapatkan Hak Guna Bangunan (HGB). Sementara untuk lahannya akan tetap menjadi milik KAI.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari beberapa sumber, lahan yang disiapkan memiliki luas total sekitar 21.939 meter persegi dan terbagi dalam dua bidang, yakni Blok F seluas 15.014 meter persegi serta Blok G seluas 6.925 meter persegi.
Kedua lokasi berada di kawasan Stasiun Manggarai, dengan Blok G berada di depan TKIT Harapan Ummat dan Blok F terletak di belakangnya.
Pembangunan akan dilaksanakan oleh KAI Properti Management. Tahap pertama akan dimulai di Blok G yang direncanakan melakukan groundbreaking pada Jumat (21/8/2026). Di lokasi tersebut akan dibangun sebanyak tiga tower dengan total 1.232 unit dengan masa konstruksi ditargetkan berlangsung selama sekitar 18 bulan atau 1,5 tahun.
Blok G akan terdiri atas Tower A dengan 418 unit, Tower B sebanyak 506 unit, dan Tower C sebanyak 308 unit. Seluruh unit akan tersedia dalam tiga pilihan tipe yakni tipe 28, 36, dan 45.
Selain Blok G, pembangunan Blok F juga direncanakan akann dimulai pada September 2026 mendatang. Namun, tahap tersebut masih menunggu penyelesaian proses clean and clear karena masih terdapat sejumlah bangunan yang harus dibongkar.
Blok F ini akan memiliki lima tower dengan total sekitar 2.508 unit dengan rincian Tower 1 dan Tower 2 masing – masing terdiri atas 572 unit, Tower 3 sebanyak 528 unit, Tower 4 sebanyak 308 unit, dan Tower 5 sebanyak 528 unit. Dan seperti halnya Blok G, unit di Blok F juga akan tersedia dalam tipe 28, 36, dan 45.
Dengan demikian, kedua blok tersebut akan menyediakan sekitar 3.740 unit rusunami di kawasan Manggarai.
Untuk tipe 36 dan 45, hunian dirancang memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, ruang tamu, dapur, serta ruang makan. Adapun tipe 28 memiliki luasan lebih kompak dengan satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan dapur.
KAI belum mengungkapkan nilai tanah maupun total biaya pembangunan proyek tersebut. Pembiayaan konstruksi nantinya direncanakan menggunakan fasilitas kredit konstruksi dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Pemanfaatan lahan KAI untuk pembangunan hunian vertikal di manggarai sekaligus menjadi bagian dari optimalisasi aset perusahaan di kawasan strategis.
Dengan lokasinya yang terintegrasi dengan simpul transportasi, pembangunan rusunami tersebut diharapkan dapat menyediakan pilihan hunian yang lebih dekat dengan akses transportasi publik sekaligus mendukung pemerataan kepemilikan rumah bagi masyarakat.















