Nindya Karya Perkuat Kemitraan Pemasok Lewat Strategic Partnership Forum 2026

PT Nindya Karya memperkuat hubungan strategis dengan para mitra pemasok melalui gelaran Strategic Partnership Forum (SPF) 2026. Forum tersebut menjadi ruang bagi perseroan dan mitra bisnis untuk mengevaluasi kerja sama sekaligus menyelaraskan strategi dalam memenuhi kebutuhan berbagai proyek yang tengah dan akan dikerjakan.
Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah mengatakan keberadaan mitra bisnis menjadi bagian penting dalam menopang keberlangsungan operasional sekaligus pencapaian kinerja perusahaan. Karena itu, hubungan kemitraan perlu dibangun melalui kolaborasi yang terbuka, transparan, profesional, dan berorientasi pada kinerja.
Menurut Firmansyah, penguatan hubungan dengan mitra merupakan bagian tak terpisahkan dari ekosistem bisnis perseroan. Kolaborasi yang solid diperlukan agar setiap proyek dapat berjalan secara optimal dan menghasilkan kualitas pekerjaan terbaik.
SPF 2026 dihadiri sekitar 60 perwakilan mitra bisnis. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara jajaran manajemen Nindya Karya dan para mitra, sekaligus membangun kesamaan pemahaman mengenai tantangan serta kebutuhan proyek ke depan.
Pada hari pertama, forum diisi dengan diskusi interaktif yang membahas perkembangan proyek, pengalaman selama menjalankan kerja sama, serta berbagai pembelajaran yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan proyek mendatang.
Materi tersebut disampaikan Project Director Divisi Gedung Nindya Karya Bayu Apriyadi. Pembahasan juga diarahkan pada sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama agar pelaksanaan proyek berikutnya dapat berjalan lebih efektif.
Sesi berikutnya menghadirkan Senior Vice President Divisi Supply Chain Management (SCM) Cut Raisa dan Senior Vice President Divisi Keuangan Arista Febri Eriyawan. Diskusi berfokus pada aspek rantai nilai dan keuangan yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga efektivitas serta keberlanjutan hubungan kerja sama antara Nindya Karya dan para mitra bisnis.
Memasuki hari kedua, pembahasan forum bergeser pada penguatan proses kerja di tingkat pelaksanaan proyek. Nindya Karya memperkenalkan SISMAP (Sistem Manajemen QHSE Mitra Kerja Perorangan) sebagai bagian dari upaya mendorong proses kerja sama yang semakin terintegrasi, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan proyek.
Forum tersebut juga membahas pentingnya menjaga mutu pekerjaan, tata kelola, serta kualitas hubungan bisnis antara perusahaan dan mitra. Materi disampaikan oleh Bayu Apriyadi, Project Director Divisi Infrastruktur 1 Djirzise Abdul Hakim, serta Senior Vice President Divisi QHSE Dedikasi Firansyah.
Berbeda dengan hari pertama yang diikuti perwakilan mitra bisnis, peserta pada hari kedua merupakan para mandor proyek. Kehadiran mandor menjadi penting karena mereka berada di garis depan pelaksanaan pekerjaan dan memiliki peran langsung dalam memastikan target proyek dapat tercapai.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Nindya Karya Sri Haryanto menilai mandor merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan proyek. Mandor dan mitra kerja dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki tujuan bersama dengan Nindya Karya untuk menghasilkan pekerjaan dengan kualitas terbaik.
Karena itu, kerja sama dengan mandor perlu dibangun dengan komitmen yang sama, terutama dalam mengoptimalkan waktu, biaya, dan produktivitas proyek. Penguatan kemitraan tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem kerja yang semakin solid dan mendukung Nindya Karya dalam menjaga kinerja proyek secara berkelanjutan.
















