Ir. Verly Widiantoro, S.T., M.T., MBA., IPM., ASEAN Eng., ACPE. Mengukir Legacy Inovasi dan Keberlanjutan

Di tengah lajunya arus transformasi industri infrastruktur nasional, sosok Ir. Verly Widiantoro, S.T., M.T., MBA., IPM., ASEAN Eng., ACPE. hadir membawa angin segar bagi industri beton pracetak (precast) Indonesia. Sebagai salah satu figur pemimpin muda berpengaruh, ia kini dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Teknik & Produksi PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton).
Keberhasilan kepemimpinannya berakar pada kemampuan mengolaborasikan aspek teknikal, strategi bisnis berkelanjutan, serta komitmen tanggung jawab sosial.
Lewat sinergi ketiga aspek tersebut, ia tidak hanya memastikan standar manufaktur berada di level tertinggi, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kemajuan negeri melalui infrastruktur yang kokoh dan bernilai tinggi.
Visi kepemimpinan ini diwujudkan secara konkret sepanjang tahun 2026, di mana Verly ikut memimpin WIKA Beton bertransformasi menuju Future-Fit Construction Company melalui tiga misi utama, yaitu Lean Operation, Blue Ocean Value berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance), dan ekspansi pasar global.
Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut tercermin pada keberhasilan perusahaan dalam menghadirkan solusi konstruksi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan nasional. Pada ajang Danantara Housing Expo 2026, WIKA Beton resmi memperkenalkan produk inovatif WHOME (WIKA Beton Home) kepada publik.
Dikembangkan melalui riset kolaboratif bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), inovasi hunian bermodular precast ini mampu merakit struktur rumah tahan gempa hanya dalam waktu dua hari. Kehadiran WHOME sekaligus menjadi solusi konkret untuk menjawab tantangan efisiensi dan kecepatan pembangunan pada Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan oleh pemerintah.

Langkah inovasi ini turut diselaraskan dengan digitalisasi operasional, di mana Verly secara konsisten menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengontrol mobilitas operasional, pemanfaatan panel surya hingga mencapai 15–20% kebutuhan energi pabrik, serta peluncuran produk inovatif minim karbon seperti Geopolymer Concrete dan Reef Cube.
Keunggulan teknologi dan standar manufaktur berpresisi tinggi ini kemudian membawa WIKA Beton menembus kancah internasional. Verly sendiri turut mengawal langkah ekspansi global ini melalui jabatannya sebagai Komisaris PT WIKA Kobe (anak usaha WIKA Beton), di mana ia berperan memastikan seluruh produk yang dihasilkan memenuhi spesifikasi dan standar mutu yang ditentukan.

Berkat komitmen kualitas tersebut, WIKA Kobe dipercaya untuk mendukung penyediaan produk pracetak berkualitas tinggi pada proyek Metro Manila Subway Project (MMSP) di Filipina.
Proyek senilai 488,5 miliar PHP (±Rp139,6 triliun) ini merupakan proyek strategis nasional Pemerintah Filipina sepanjang 33 km dengan 17 stasiun yang menghubungkan Valenzuela City hingga Ninoy Aquino International Airport (NAIA). Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi transportasi massal utama di wilayah metropolitan Manila.
Berbagai pencapaian besar dan inovasi tersebut tidak terlepas dari rekam jejak panjang Verly yang terus mengasah kematangan kariernya selama dua dekade terakhir (2006–2026). Kariernya melesat bertahap dari tingkatan operasional pabrik hingga menduduki kursi direksi.
Sebelum menduduki kursi direksi, Verly merupakan sosok yang terjun langsung di garda depan operasional dengan sukses memimpin sebagai Manajer Pabrik Produk Beton WIKA Beton di Subang pada rentang tahun 2017–2022, sebelum kemudian dipercaya mengomandoi Pabrik Produk Beton WIKA Beton di Bogor pada periode 2022–2023. Di bawah arahannya, efisiensi produksi dan standarisasi kualitas di kedua wilayah tersebut meningkat pesat.
Puncak karier eksekutifnya ditandai pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2022 yang digelar pada Mei 2023, di mana pemegang saham secara resmi mengangkat Verly Widiantoro sebagai Direktur Teknik & Produksi PT WIKA Beton, posisi strategis yang terus ia duduki guna memperkuat rantai pasok dan inovasi produk perusahaan.
Keberhasilan karier Verly yang gemilang tersebut berdiri di atas fondasi pendidikannya yang amat kokoh. Sebelum menginjak usia 40 tahun, Verly telah berhasil mengantongi tujuh gelar akademik dan profesional sekaligus yang mencerminkan sosoknya sebagai seorang pemelajar sejati. Kehausannya akan ilmu membentuk keseimbangan sempurna dirinya yang memiliki perspektif sebagai seorang engineer dan ketajaman naluri pebisnis.
Latar belakang pendidikannya dimulai dari kelulusan S1 Teknik Sipil di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2006, yang kemudian dilanjutkan dengan meraih gelar S2 Magister Teknik Manajemen Proyek dari Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2021. Pada tahun yang sama, ia menyelesaikan Program Profesi Insinyur di UGM hingga berhak menyandang gelar profesi Insinyur (Ir.). Tidak berhenti di situ, Verly melengkapi pemahaman manajemennya dengan meraih gelar S2 Magister Business Administration (MBA) dari UGM pada tahun 2022.
Kompetensi keinsinyurannya pun kian kukuh melalui sertifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), serta pengakuan kualifikasi profesional tingkat Asia Tenggara berupa gelar ASEAN Eng (ASEAN Engineer) dari AFEO (ASEAN Federation of Engineering Organisations) dan sertifikasi ACPE (ASEAN Chartered Professional Engineer) dari ACPECC (ASEAN Chartered Professional Engineer Coordinating Committee).
Hingga kini, komitmen Verly sebagai pemelajar sejati masih terus berlanjut. Saat ini, Verly sedang menempuh studi doktoral (S3) bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dengan fokus disertasi mengenai pengembangan beton ramah lingkungan berbasis Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
Teknologi CCUS merupakan salah satu solusi strategis dalam dekarbonisasi industri konstruksi yang bekerja dengan cara menangkap emisi karbon dioksida (CO₂), lalu menginjeksikannya kembali ke dalam campuran beton melalui proses mineralisasi (carbon curing).
Proses ini tidak hanya mengunci emisi CO₂ secara permanen sehingga tidak mencemari udara, tetapi juga dapat meningkatkan kekuatan mekanis dan ketahanan material beton itu sendiri. Melalui riset ini, Verly berupaya menginovasikan material bangunan yang kokoh sekaligus ramah lingkungan untuk masa depan infrastruktur Indonesia.
Dengan latar belakang akademis dan profesionalnya, Verly memiliki jejaring bisnis dan asosiasi yang sangat luas. Ia terhubung erat dengan kalangan akademisi maupun praktisi konstruksi melalui jaringan alumni dan organisasi seperti KAGAMA, KATSGAMA, PII, dan ILUNI UI. Dalam ranah profesional, ia aktif membawa WIKA Beton berkolaborasi di forum-forum strategis nasional, salah satunya menjadi pembicara utama dalam Musyawarah Provinsi INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) di Jawa Timur guna merekatkan sinergi antara produsen pracetak dengan para konsultan perencana.
Di samping kesibukannya mengeksekusi berbagai kebijakan strategis sebagai direktur, Verly turut memiliki jiwa sosial dan humanis yang tinggi. Bagi Verly, keberadaan industri beton tidak dapat terlepas dari kontribusi sosial masyarakat di sekitar kawasan operasional pabrik.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) korporasi, ia aktif mendukung sektor pendidikan dengan menyukseskan gerakan WIKA Beton Mengajar untuk memberikan edukasi literasi industri ke sekolah-sekolah.
Kepeduliannya juga mencakup bidang lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, yang diwujudkan melalui inisiasi konservasi alam seperti budidaya mangrove dan pelestarian penyu di wilayah Lampung Selatan, serta pembinaan pelaku UMKM di lingkungan sekitar operasional perusahaan agar dapat tumbuh bersama.

Untuk menopang seluruh dinamika kerja dan kontribusi sosial yang padat tersebut, Verly senantiasa menjaga keseimbangan hidup dengan menjadikan olahraga sebagai investasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
Di tengah kesibukannya sebagai Direktur WIKA Beton dan Komisaris WIKA Kobe, ia menjaga kesehatan tubuh dan ketahanan fisik sebagai fondasi utamanya.
Hobi berlari menjadi sarana bagi Verly untuk menjaga kebugaran sekaligus memperoleh energi positif yang mampu membakar semangat, menyegarkan pikiran, serta menjaga fokus dan daya tahan mental dalam mengeksekusi berbagai keputusan strategis.
Komitmen berolahraga ini terbukti melalui partisipasinya dalam berbagai ajang lari nasional, dengan salah satu pencapaian personal terbaiknya adalah sukses menamatkan kategori Full Marathon (42,195 km) di ajang Jakarta International Marathon (JAKIM) pada 14 Juni 2026 lalu.
Semangat hidup sehat Verly tidak hanya ia simpan untuk dirinya sendiri, tetapi juga ia tularkan ke lingkungan kerjanya melalui Komunitas WTON Runner yang ia dirikan. Komunitas ini aktif sebagai wadah bagi Verly untuk mengajak para pegawai WIKA Beton membangun kebiasaan berolahraga bersama dan saling memberi motivasi.


Di balik kesuksesan yang terukir sepanjang 44 tahun hidupnya, terdapat peran berarti dari keluarga yang senantiasa membersamai perjalanan pria kelahiran Pringsewu, Lampung ini. Di tengah padatnya jadwal sebagai direksi BUMN, Verly dikenal sebagai sosok yang sangat mengutamakan keluarga.
Keharmonisan keluarga kecilnya kerap tecermin dalam momen-momen kebersamaan serta dukungan penuh yang diberikan sang istri dan anak-anak dalam mengiringi setiap langkah pencapaian karier, hobi, ataupun jenjang akademis yang ia raih.











