Ditargetkan Rampung Akhir 2022, Proyek Jembatan Kaca Pertama di Indonesia Jadi Wisata Adrenalin

News

Pembangunan Jembatan Kaca Seruni Point di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo-Tengger-Semeru (BTS), Jawa Timur yang diklaim sebagai Jembatan Gantung Kaca pertama di Indonesia ditargetkan selesai pada Desember 2022.

Target penyelesaian jembatan gantung kaca yang dimulai pengerjaannya pada akhir September 2021 ini mengalami kemunduran dari jadwal sebelumnya yang ditargetkan selesai pada akhir September 2022.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Kaca Seruni Point Achmad Riza Chairulloh melaporkan progres proyek ini telah mencapai 85 persen per akhir juli 2022.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jembatan kaca sepanjang 120 meter dan lebar 1,8 meter yang membentang di atas jurang dengan kedalaman sekitar 80 meter ini dibangun dengan perhitungan perencanaan yang komprehensif sesuai standar dan melalui proses uji laboratorium.

Desain dan struktur jembatan kabarnya telah melalui proses pengujian laboratorium di Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur Kementerian PUPR sebelum proses pembangunan.

Berdasarkan keterangan pada laman resmi Kementerian PUPR, sistem struktur lantai atau deck jembatan gantung berupa kaca pengaman berlapis (laminated glass) yang terdiri dari dua lembar kaca atau lebih, yang kemudian direkatkan satu sama lain dengan menggunakan satu atau lebih lapisan laminasi (interlayer) dengan total ketebalan 25,55 mm.

Untuk kekuatannya, jembatan kaca ini mampu menampung hingga 100 orang dengan perhitungan kekuatan tampung mencapai 500 kilogram beban per meter persegi.

Struktur jembatan yang dibangun dengan tipe suspended cable ini dilengkapi double protection steel berupa baja galvanis yang dilapisi cat epoxy agar lebih tahan terhadap karat.

Dalam pembangunannya, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengingat pembangunan tersebut melintasi kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Bahkan kerja sama juga dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo sebagai penyedia lahan untuk salah satu kaki jembatan.

Selain penyelesaian konstruksi jembatan, kabarnya area terminal pariwisata juga tengah dibangun sebagai pintu masuk dan titik utama menuju jembatan kaca dan area shuttle. Pembangunan tersebut juga diikuti dengan perancangan penyediaan area parkir dan kios pendukung kebutuhan pengunjung.

Kementerian PUPR menyebut jembatan kaca ini berpotensi menjadi destinasi wisata adrenalin yang nantinya ditargetkan dapat menampung 100 orang per sekali masuk dengan rencana setiap sesi kunjungan diberikan waktu 30-60 menit.

Bila telah beroperasi, Pengunjung yang berwisata di jembatan ini tidak hanya dapat menantang adrenalin dengan melihat jurang kedalaman 80-100 meter yang berada di bawah jembatan. Namun juga dapat menikmati keindahan pemandangan Gunung Batok, Gunung Bromo, dan Gunung Semeru yang mengelilingi Jembatan Kaca Seruni Point. Bahkan pada malam hari, Jembatan ini juga menawarkan konsep pencahayaan jembatan yang akan nampak jelas di titik tertentu.

Selain itu, pengunjung juga dapat sekaligus berwisata di ekosistem area konservasi yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kehadiran jembatan kaca ini menjadi destinasi wisata adrenalin yang menghubungkan Terminal Wisata Seruni Point dengan Shuttle Area dengan pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru. Dengan demikian jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke KSPN Bromo-Tengger-Semeru.

Kepala Balai Geoteknik, Terowongan dan Struktur Fahmi Aldiamar menyebut pihaknya akan berupaya untuk menyelesaikan pembangunan jembatan kaca sesuai waktu yang direncanakan.

Back to top button
formbukudirekrorigapensi