Capai Progres 47,22 persen, Tol Padang – Sicincin Ditargetkan Sudah Bisa Beroperasi Fungsional pada Juli 2024

HeadlineNews

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan Jalan Tol Pekanbaru – Padang Seksi 1 ruas Padang – Sicincin sudah bisa beroperasi secara fungsional pada pertengahan tahun ini atau Juli 2024 mendatang.

Ruas jalan tol sepanjang 36,6 kilometer (km) tersebut merupakan salah satu seksi dari Jalan Tol Padang – Pekanbaru yang memiliki total panjang mencapai 254 km.

Mengutip informasi dari laman BPJT Kementerian PUPR, Jalan Tol Padang – Pekanbaru terbagi dalam enam seksi di antaranya yaitu :

  1. Seksi 1 Padang – Sicincin,
  2. Seksi 2 Sicincin – Bukittinggi,
  3. Seksi 3 Bukittinggi – Payakumbuh,
  4. Seksi 4 Payakumbuh – Pangkalan,
  5. Seksi 5 Pangkalan – Bangkinang,
  6. Seksi 6 Bangkinang – Pekanbaru.

Jalan tol ini merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang menghubungkan wilayah Padang dengan Pekanbaru.

Seperti diketahui, Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) memiliki total panjang 2.749 km yang terdiri dari koridor utama sepanjang 1.889 km dan koridor pendukung sepanjang 860 km.

Dari total panjang tersebut, terdapat 6 ruas jalan tol dengan total panjang 596 km telah beroperasi, 7 ruas jalan tol sepanjang 361 km sedang dalam konstruksi, 4 ruas jalan tol sepanjang 582 km memasuki rencana tahap II, 5 ruas jalan tol sepanjang 657 km memasuki rencana tahap III, dan 6 ruas jalan tol sepanjang 553 km memasuki rencana tahap IV.

Jalan Tol Pekanbaru – Padang Seksi 1 Padang – Sicincin menjadi salah satu koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang ditargetkan beroperasi pada tahun ini atau 2024.

Hal ini sebagaimana informasi yang dikutip dari kompas.com, Dimana Kementerian PUPR menargetkan sejumlah JTTS koridor utama untuk dapat dioperasikan pada tahun 2024.

Sejumlah JTTS koridor utama yang ditargetkan dapat dioperasikan tersebut di antaranya yaitu :

  • Jalan Tol  Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (sebagian Seksi 2 – Seksi 4),
  • Jalan Tol  Binjai – Langsa Seksi 2, Kisaran – Indrapura,
  • Jalan Tol Padang – Pekanbaru (Bangkinang – Pangkalan),
  • Jalan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1,
  • Jalan Tol Betung – Jambi Seksi Bayung Lencir – Tempino,
  • Jalan Tol Padang – Pekanbaru (Padang – Sicincin),
  • Jalan Tol Binjai – Langsa (Seksi 3).

Untuk Jalan Tol Pekanbaru – Padang, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian melaporkan saat ini progres pembebasan lahan Tol Padang – Sicincin telah mencapai 92,6 persen atau hampir rampung dengan progres konstruksi sebesar 47,22 persen.

Hedy menyebut Jalan Tol Padang – Sicincin ditargetkan dapat mulai beroperasi secara fungsional pada awal semester II tahun ini atau tepatnya Juli 2024.

Guna mencapai target tersebut, Menteri PUPR Basuki mengungkapkan percepatan pembangunan membutuhkan dukungan pemerintah daerah.

Sebagai informasi, Jalan Tol Pekanbaru – Padang, Seksi 1 Padang – Sicincin akan terbagi menjadi 2×2 lajur pada tahap awal.

Seksi 1 Tol Pekanbaru – Padang ini akan memiliki tiga gerbang tol yang berada pada STA 1+800, STA 19+000, dan STA 35+800.

Selain memiliki tiga gerbang tol, Seksi ini juga akan dilengkapi dengan satu pasang tempat istirahat dan pelayanan (TIP/rest area) Tipe A yang berada di STA 23+000.

Adapun pembangunan Jalan Tol Pekanbaru – Padang ini dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) melalui perjanjian pengusahaan jalan tol yang telah ditandatangani pada Oktober 2017 dengan nilai investasi mencapai sebesar Rp9,729 triliun.

Back to top button