Bupati Bone Percepat Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Investasi Peternakan Mulai Diperkuat

News

Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulai memperkuat langkah pengembangan sektor peternakan melalui program Hilirisasi Ayam Terintegrasi.

Langkah tersebut ditandai dengan diterimanya dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) oleh Pemerintah Kabupaten Bone sebagai salah satu fondasi penting dalam pengembangan kawasan peternakan terintegrasi.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menerima langsung dokumen PKKPR tersebut dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, di Bakunge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Jumat (7/8/2026).

Penyerahan dokumen tersebut menjadi tonggak penting bagi percepatan investasi di sektor peternakan Bone. Melalui program Hilirisasi Ayam Terintegrasi, pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem peternakan dari sektor hulu hingga hilir yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan nilai tambah terhadap komoditas peternakan daerah.

Andi Asman mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian terhadap pengembangan sektor peternakan di Kabupaten Bone. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk memastikan program strategis tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bone juga berkomitmen mengawal pelaksanaan program, termasuk memastikan seluruh proses pemanfaatan ruang dan pembangunan kawasan berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi nantinya mencakup pembangunan infrastruktur peternakan modern yang saling terhubung. Ekosistem tersebut dirancang mulai dari penyediaan bibit, pakan, proses budidaya, hingga pengolahan hasil peternakan.

Kehadiran kawasan peternakan terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha sekaligus memperkuat daya saing komoditas ayam dari Kabupaten Bone. Integrasi rantai produksi juga berpotensi menciptakan sistem usaha peternakan yang lebih berkelanjutan dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha.

Dari sisi ekonomi, investasi tersebut diproyeksikan membuka peluang kerja baru sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. Pengembangan ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas peternak lokal dan mendorong kemandirian melalui model usaha yang terintegrasi.

Dengan dukungan pemerintah pusat serta komitmen Pemerintah Kabupaten Bone, program Hilirisasi Ayam Terintegrasi diharapkan menjadi salah satu motor baru pertumbuhan sektor peternakan daerah.

Dalam jangka panjang, pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat posisi Bone sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Back to top button