Jasa Marga Percepat Tol Jogja–Solo, Akses Bokoharjo Dibidik Fungsional Jelang Nataru

News

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo (Jogja – Solo) untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong efisiensi mobilitas dan aktivitas ekonomi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Percepatan pembangunan ini dilakukan melalui koordinasi dengan Pemerintah Daerah DIY, terutama untuk memastikan sejumlah akses strategis dapat segera berfungsi dan memberikan alternatif pergerakan kendaraan di wilayah tersebut.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa salah satu fokus percepatan saat ini berada pada pengembangan Akses Bokoharjo yang menghubungkan Exit Tol Purwomartani dengan koridor selatan DIY.

Pengembangan akses tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan lalu lintas pada Jalan Adisutjipto sekaligus memperkuat konektivitas menuju Bantul dan wilayah sekitarnya.

Oleh karena itu, Akses Bokoharjo ditargetkan dapat beroperasi secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus kendaraan menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Dengan tersedianya akses alternatif, distribusi lalu lintas di kawasan tersebut diharapkan menjadi lebih merata.

Dari sisi pembangunan jalan tol utama, progres Tol Jogja–Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan – Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer telah mencapai 92,54 persen per akhir Juni 2026.

Capaian tersebut tercatat menunjukkan deviasi positif sebesar 0,20% dari target yang direncanakan sebagaimana informasi yang dikutip dari beberapa sumber.

Sementara itu, proses pembebasan lahan untuk Akses Bokoharjo telah mencapai angka 99,38 persen. Kondisi ini mendorong pekerjaan fisik segera dilakukan secara masif setelah seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA) rampung.

Seiring dengan Pengembangan jaringan tol di kawasan DIY, penyelesaian proyek di koridor sekitarnya juga terus berjalan.

Salah satunya yaitu Tol Jogja–Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer yang disebut telah mencatat progres konstruksi sebesar 98,68 persen dan diproyeksikan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026 mendatang.

Setelah beroperasi, koridor jalan tol tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas antardaerah, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah menuju sejumlah destinasi wisata unggulan.

Termasuk kawasan seperti Candi Prambanan, Istana Ratu Boko hingga Tebing Breksi menjadi bagian dari wilayah yang berpotensi memperoleh manfaat dari semakin terhubungnya jaringan transportasi.

Pemerintah Daerah DIY turut memberikan dukungan terhadap percepatan pembangunan tersebut. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut positif perkembangan pembebasan lahan maupun konstruksi jalan tol yang sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti.

Meskipun begitu, Sri Sultan menegaskan bahwa percepatan pembangunan perlu terus dijaga dengan tetap mengedepankan kualitas pekerjaan agar infrastruktur yang dibangun tidak hanya dapat beroperasi sesuai target, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat DIY.

Melalui percepatan pembangunan Tol Jogja–Solo dan pengembangan akses pendukungnya, Jasa Marga berkomitmen untuk terus berupaya membentuk jaringan konektivitas yang lebih terintegrasi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya yang diharapkan mampu mengurai konsentrasi lalu lintas sekaligus memperkuat hubungan antara kawasan perkotaan, pusat ekonomi, dan destinasi pariwisata.

Back to top button