Jadi Tol Tertinggi di Jakarta, Harbour II Ancol Timur–Pluit Siap Perkuat Konektivitas Logistik Jabodetabek

News

Jalan Tol Harbour Road  II Ruas Ancol Timur – Pluit merupakan jalan tol elevated yang dibangun di atas jalan tol yang telah ada. Mengusung struktur jalan layang bertingkat setinggi 38 meter, menjadikan Tol Harbour Road  II sebagai jalan tol tertinggi di Jakarta. Progres pembangunan jalan tol layang  ini telah mencapai 44,12 persen dan pembebasan lahan diperkirakan mencapai 77 persen.

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, selaku pemilik proyek Jalan Tol Harbour Road  II,  merupakan Badan Usaha Jalan Tol swasta yang telah berkiprah sejak 1987. CMNP juga mengelola Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok).

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bersama PT Girder Indonesia (GI) bertindak selaku kontraktor utama proyek Jalan Tol Harbour Road  II. Dengan nilai investasi sebesar Rp15,08 triliun, pembangunan diproyeksikan rampung pada 2028.

Mengutip dari Instagram CMNP @official.cmnp, pada Kamis (06/08/2026), Fadjar Dwi Wisnuwardhani, S.E., M.Si., Ph.D., selaku Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan hadir mengunjungi proyek Jalan Tol Harbour Road  II.

Turut hadir juga Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, S.T.,M.T. selaku Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Komang Rasminiati, S.T., M.Sc., selaku Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Dedy Gunawan, ST., M.Sc. selaku Direktur Jalan Bebas Hambatan, Jusuf Hamka selaku owner CMNP dan I Ketut Pasek Senjaya Putra selaku direktur Umum WIKA.

Dok. ksp.go.id

Fadjar Dwi Wisnuwardhani mengatakan dalam kunjungannya “Untuk transportasi dari dan menuju ke pelabuhan. Menurut saya ini bukan hanya  tentang transportasi, tapi tentang pergerakan logistik nasional. Tanjung Priok dan wilayah sekitarnya sebagai salah satu urat nadi perekonomian bisa mendapatkan akses yang lebih mudah dan menarik untuk berkegiatan di daerah sekitarnya”.

Tol Harbour Road II dibangun sebagai langkah penguraian kemacetan lalu lintas di Jalan Tol Harbour Road  I dan beban lalu lintas yang padat di sisi utara Jabodetabek.

Pada awal tahun 2026, sejumlah tahapan teknis seperti  Self Launching Girder hingga pemasangan Steel Box Girder di jalur utara dan selatan telah dilakukan.

PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON) sebagai penyedia Steel Box Girder dalam pembangunan Jalan Tol Harbour Road  II berkomitmen untuk menuntaskan proyek ini sesuai  jadwal.

Proyek Jalan Tol Harbour Road  II Ancol Timur – Pluit memiliki keunikan melalui desain dan metode konstruksi yang mengusung struktur jalan layang bertingkat. Proyek tol sepanjang 9,7 km dirancang dengan konfigurasi 2×3 lajur dengan kecepatan 80 km per jam.

Dibangun menggunakan teknologi segmented box girder dengan lebar 14,3 meter, termasuk dalam kategori terlebar tanpa ribs di Indonesia. Keunggulan lainnya terdapat pada metode konstruksi yang mengerahkan hingga 7 unit launching gantry secara bersamaan. Proyek ini juga mencatat penggunaan steel box girder dengan bentang hingga 70 meter tanpa shoring.

Pembangunan Harbour Road II menuntut rekayasa konstruksi dengan presisi yang ketat. Untuk menjawab tantangan tersebut, proyek ini mengandalkan sejumlah metode konstruksi berpresisi tinggi, termasuk pekerjaan bored pile dan column, sehingga struktur elevated dapat dibangun secara optimal dengan tetap menjaga aspek keselamatan.

Pembangunan Jalan Tol Harbour Road II Ancol Timur–Pluit diharapkan mampu menarik traffic dari Pelabuhan Tanjung Priok yang cukup besar. Konektivitas logistik yang bertumpu pada Jalan Martadinata menuju Pluit diharapkan mampu terurai serta meningkatkan konektivitas dengan Bandara Soekarno–Hatta.

Jalan Tol Harbour Road  II Ruas Ancol Timur – Pluit merupakan jalan tol elevated yang dibangun di atas jalan tol yang telah ada. Mengusung struktur jalan layang bertingkat setinggi 38 meter, menjadikan Tol Harbour Road  II sebagai jalan tol tertinggi di Jakarta. Progres pembangunan jalan tol layang  ini telah mencapai 44,12 persen dan pembebasan lahan diperkirakan mencapai 77 persen.

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, selaku pemilik proyek Jalan Tol Harbour Road  II,  merupakan Badan Usaha Jalan Tol swasta yang telah berkiprah sejak 1987. CMNP juga mengelola Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta (Cawang-Tanjung Priok).

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bersama PT Girder Indonesia (GI) bertindak selaku kontraktor utama proyek Jalan Tol Harbour Road  II. Dengan nilai investasi sebesar Rp15,08 triliun, pembangunan diproyeksikan rampung pada 2028.

Mengutip dari Instagram CMNP @official.cmnp, pada Kamis (06/08/2026), Fadjar Dwi Wisnuwardhani, S.E., M.Si., Ph.D., selaku Plt. Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan hadir mengunjungi proyek Jalan Tol Harbour Road  II.

Turut hadir juga Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, S.T.,M.T. selaku Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Komang Rasminiati, S.T., M.Sc., selaku Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Dedy Gunawan, ST., M.Sc. selaku Direktur Jalan Bebas Hambatan, Jusuf Hamka selaku owner CMNP dan I Ketut Pasek Senjaya Putra selaku direktur Umum WIKA.

Dok. ksp.go.id
Fadjar Dwi Wisnuwardhani mengatakan dalam kunjungannya “Untuk transportasi dari dan menuju ke pelabuhan. Menurut saya ini bukan hanya  tentang transportasi, tapi tentang pergerakan logistik nasional. Tanjung Priok dan wilayah sekitarnya sebagai salah satu urat nadi perekonomian bisa mendapatkan akses yang lebih mudah dan menarik untuk berkegiatan di daerah sekitarnya”.

Tol Harbour Road II dibangun sebagai langkah penguraian kemacetan lalu lintas di Jalan Tol Harbour Road  I dan beban lalu lintas yang padat di sisi utara Jabodetabek.

Pada awal tahun 2026, sejumlah tahapan teknis seperti  Self Launching Girder hingga pemasangan Steel Box Girder di jalur utara dan selatan telah dilakukan.

PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKAIKON) sebagai penyedia Steel Box Girder dalam pembangunan Jalan Tol Harbour Road  II berkomitmen untuk menuntaskan proyek ini sesuai  jadwal.

Proyek Jalan Tol Harbour Road  II Ancol Timur – Pluit memiliki keunikan melalui desain dan metode konstruksi yang mengusung struktur jalan layang bertingkat. Proyek tol sepanjang 9,7 km dirancang dengan konfigurasi 2×3 lajur dengan kecepatan 80 km per jam.

Dibangun menggunakan teknologi segmented box girder dengan lebar 14,3 meter, termasuk dalam kategori terlebar tanpa ribs di Indonesia. Keunggulan lainnya terdapat pada metode konstruksi yang mengerahkan hingga 7 unit launching gantry secara bersamaan. Proyek ini juga mencatat penggunaan steel box girder dengan bentang hingga 70 meter tanpa shoring.

Pembangunan Harbour Road II menuntut rekayasa konstruksi dengan presisi yang ketat. Untuk menjawab tantangan tersebut, proyek ini mengandalkan sejumlah metode konstruksi berpresisi tinggi, termasuk pekerjaan bored pile dan column, sehingga struktur elevated dapat dibangun secara optimal dengan tetap menjaga aspek keselamatan.

Pembangunan Jalan Tol Harbour Road II Ancol Timur–Pluit diharapkan mampu menarik traffic dari Pelabuhan Tanjung Priok yang cukup besar. Konektivitas logistik yang bertumpu pada Jalan Martadinata menuju Pluit diharapkan mampu terurai serta meningkatkan konektivitas dengan Bandara Soekarno–Hatta.

Back to top button