Adhi Karya Rampungkan Pembangunan Huntara Tahap 1 di Aceh Tamiang
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menuntaskan pembangunan tahap pertama Rumah Hunian Danantara atau hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang dalam waktu enam hari.
Kesiapan hunian tersebut mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang meninjau progres pembangunan pada Kamis, 1 Januari 2026.

Pembangunan Rumah Hunian Danantara merupakan inisiatif Danantara yang dijalankan secara terkoordinasi melalui kolaborasi lintas pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun BUMN.
Program pembangunan hunian ini dirancang untuk memastikan masyarakat terdampak bencana dapat kembali menata kehidupan secara aman dan nyaman, dengan menempatkan kualitas hunian serta keberlanjutan proses pemulihan sebagai prioritas utama.
Direktur Utama Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, bersama Direktur Operasi I Adhi Karya, Alloysius Suko Widigdo, secara aktif terlibat dalam pengarahan langsung di lokasi pembangunan.
Keterlibatan manajemen puncak tersebut bertujuan memastikan seluruh pekerjaan telah memenuhi standar mutu, keamanan, dan kenyamanan sebelum hunian dimanfaatkan oleh masyarakat.
Manajemen Adhi Karya menegaskan bahwa dalam situasi darurat, kecepatan menjadi faktor krusial. Oleh karena itu, perseroan menjalankan mandat negara dengan bekerja secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab.
Melalui pembangunan tanpa henti selama enam hari, Rumah Hunian Danantara tahap pertama berhasil diselesaikan, sementara tahap-tahap berikutnya akan terus dikejar penyelesaiannya.
Percepatan pembangunan dilakukan dengan sistem kerja 24 jam dalam tiga shift, didukung tenaga terampil serta melibatkan tenaga kerja lokal dari Aceh di sekitar lokasi proyek.
Pendekatan ini tidak hanya mempercepat penyelesaian hunian, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.
Melalui kolaborasi antara Danantara, Adhi Karya, dan BUMN lainnya, Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang diharapkan dapat menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak. Hunian ini sekaligus diproyeksikan menjadi jembatan menuju hunian permanen serta mendukung pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat secara bertahap.
Selain pembangunan hunian sementara, kontribusi Adhi Karya dalam pemulihan pascabanjir di Aceh juga diwujudkan melalui penyelesaian pembangunan jembatan darurat Krueng Tingkeum yang kini telah beroperasi dan dapat dilalui oleh masyarakat. Akses tersebut menjadi vital untuk memulihkan mobilitas dan distribusi logistik warga.
Kemudian Perseroan juga melakukan berbagai langkah tanggap darurat lainnya, antara lain penanganan pengelolaan sampah dan sanitasi, rehabilitasi instalasi pengelolaan air, serta pembersihan lumpur sisa banjir.
Seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Adhi Karya dalam mendukung pemulihan aktivitas sosial, lingkungan, dan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang.














