Kementerian PU Rampungkan Peningkatan Jalan Citeureup–Sukamakmur Sepanjang 15,19 Kilometer di Bogor
Proyek Inpres Jalan Daerah di Kabupaten Bogor telah mencapai progres 100%, dengan penanganan perkerasan aspal dan beton serta pembangunan drainase untuk meningkatkan konektivitas antardesa.

Akses jalan yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat di wilayah perdesaan, terutama untuk menunjang mobilitas sehari-hari, memperlancar distribusi hasil produksi, serta mempermudah perjalanan menuju pusat kegiatan ekonomi dan layanan publik.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan peningkatan kualitas infrastruktur jalan daerah, termasuk di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Salah satu pekerjaan yang kini telah diselesaikan adalah preservasi dan peningkatan Jalan Citeureup–Sukamakmur sepanjang 15,19 kilometer dalam program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Proyek yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat tersebut dilaporkan telah mencapai progres 100 persen sebagaimana informasi yang dikutip dari beberapa sumber.
Dari panjang penanganan mencapai 15,19 kilometer, pekerjaan peningkatan jalan dilakukan pada ruas yang memiliki lebar bervariasi antara 4,5 meter hingga 6 meter.
Secara geografis, Jalan Citeureup–Sukamakmur membentang dari kawasan pertigaan Citeureup menghubungkan sejumlah wilayah perdesaan di Kabupaten Bogor yang meliputi Desa Tajur, Desa Pabuaran, Desa Cibadak, hingga Desa Sukamakmur.
Dengan selesainya pekerjaan tersebut, akses transportasi yang menghubungkan sejumlah desa di kawasan Citeureup dan Sukamakmur diharapkan menjadi lebih nyaman dan lancar.
Lantas, seperti apa peningkatan infrastruktur yang dilakukan pada ruas jalan tersebut ?
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, pekerjaan dilaksanakan dengan menyesuaikan kebutuhan teknis dan kondisi pada setiap segmen jalan.
Untuk meningkatkan kualitas permukaan jalan, penanganan dilakukan menggunakan dua jenis lapisan aspal, yakni Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) sebagai lapisan pengikat dan Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) sebagai lapisan aus atau permukaan jalan.
Sementara itu, pada bagian tertentu diterapkan rigid pavement atau perkerasan beton dengan mutu FS 45, sesuai dengan kebutuhan penanganan di lapangan.
Pekerjaan tersebut juga dilengkapi pemasangan saluran drainase menggunakan konstruksi U-Ditch untuk membantu mengalirkan air di sepanjang ruas jalan yang ditangani.
Kombinasi pekerjaan perkerasan dan drainase ini ditujukan untuk mendukung fungsi jalan agar dapat melayani kebutuhan transportasi masyarakat secara optimal.
Selain meningkatkan kondisi fisik jalan, penyelesaian proyek tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 5.1 Provinsi Jawa Barat, Ayu Sukma Tristianti, sebagaimana dikutip dari laman resmi BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat pada Sabtu (24/10/2026), menyampaikan bahwa peningkatan Jalan Citeureup–Sukamakmur diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan bagi masyarakat.
Menurutnya, kondisi akses jalan yang semakin baik juga diharapkan mampu menunjang kegiatan ekonomi warga, memperlancar distribusi hasil produksi, serta membuka peluang pengembangan potensi wilayah di sepanjang ruas tersebut.
Penyelesaian Jalan Citeureup–Sukamakmur sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan program IJD yang bertujuan meningkatkan kualitas dan konektivitas infrastruktur jalan daerah.
Melalui peningkatan akses transportasi ini, masyarakat di kawasan Citeureup dan Sukamakmur diharapkan dapat semakin mudah menjangkau berbagai pusat aktivitas, sehingga potensi ekonomi dan kegiatan produktif di wilayah tersebut dapat terus berkembang.















