Pembangunan Rusun MBR di IKN Capai 85 Persen, Ditargetkan Rampung Oktober 2026

Pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan perkembangan. Hingga September 2026, realisasi fisik rusun MBR telah mencapai 85 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober tahun ini.
Direktur Jenderal Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Sri Haryati mengatakan pembangunan rusun dalam kontrak tahun jamak 2024-2026 di IKN mencakup lima tower dengan total 305 unit. Dari jumlah tersebut, empat tower diperuntukkan bagi TNI, sementara satu tower dialokasikan untuk MBR.
Secara keseluruhan, pembangunan fisik kelima tower tersebut telah mencapai sekitar 92,63 persen. Sri menyebut progres pembangunan tersebut berjalan sesuai rencana dan tidak menghadapi kendala berarti.
Hal itu disampaikan Sri dalam acara Penyampaian Progres Pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 serta Kesiapan Pelaksanaan BSPS Tahun 2027 di Menara Mandiri II, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).
Jika dirinci berdasarkan peruntukannya, empat tower rusun untuk TNI telah mencapai tingkat penyelesaian fisik 100 persen. Sementara itu, pembangunan satu tower rusun MBR masih berada pada tahap pengerjaan dengan progres mencapai 85 persen. Kontrak pembangunan rusun MBR tersebut dijadwalkan berakhir pada Oktober 2026.
Progres pembangunan rusun MBR ini meningkat cukup signifikan dibandingkan kondisi pada Mei 2026. Saat itu, realisasi fisik proyek baru mencapai 42,465 persen. Dengan demikian, dalam beberapa bulan terakhir pembangunan telah mengalami percepatan untuk mengejar target penyelesaian.
Rusun MBR tersebut terdiri atas satu tower dengan empat lantai. Bangunan ini menyediakan 65 unit hunian dengan tipe 36. Dari total unit tersebut, sebanyak 62 unit merupakan hunian standar, sedangkan tiga unit lainnya dirancang khusus untuk penyandang disabilitas.
Pembangunan rusun tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan IKN.
Berdasarkan informasi Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Kalimantan II, proyek rusun MBR tersebut dibangun oleh Kementerian PKP melalui Balai P3KP Kalimantan II dan Satuan Kerja PKP Kalimantan Timur.
Adapun pelaksanaan konstruksi dikerjakan oleh PT Adhi Persada Gedung-FYP KSO. Dengan progres yang kini telah mencapai 85 persen, pemerintah menargetkan rusun MBR tersebut dapat selesai sesuai jadwal kontrak pada Oktober 2026.












