Sekolah Rakyat Pontianak Hampir Rampung, Progres Konstruksi Sudah Tembus 96%

News

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyelesaian pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya memperluas pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Upaya percepatan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Sekolah Rakyat Kota Pontianak pada Senin (24/8/2026).

Dok. Kementerian PU

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Kementerian PU, Triono mengungkapkan bahwa ada tiga lokasi Sekolah Rakyat yang dibangun Kementerian PU di Provinsi Kalimantan Barat.

Salah satunya berada di Kota Pontianak yang telah mulai beroperasi, sedangkan dua lokasi lainnya berada di Kota Singkawang dan masih dalam tahap pembangunan.

Di Pontianak sendiri, progres fisik pembangunan sekolah rakyat telah mencapai angka 96,19 persen dengan pekerjaan saat ini dilaporkan telah memasuki tahap akhir yang mencakup perapihan kawasan dan pembangunan pagar keliling.

Plt. Direktur Infrastruktur Dukungan Perekonomian, Peribadatan, Kesehatan, Olahraga dan Sosial Budaya, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Irawanto, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat Pontianak dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan berbagai fasilitas penunjang.

Fasilitas tersebut meliputi tiga gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, delapan asrama siswa, ruang makan, dua rumah susun guru, gedung serbaguna, masjid, rumah ibadah, dapur, guest house, bangunan pelengkap, serta lapangan olahraga.

Selain memiliki fasilitas pendukung yang lengkap, Sekolah Rakyat Pontianak juga memiliki kapasitas daya tampung yang cukup besar sebagaimana yang diinformasikan Kementerian PU dalam laman resminya yaitu mampu menampung hingga 1.080 siswa.

Namun jika dihitung dengan tenaga pendidik dan unsur pendukung lainnya, kapasitas keseluruhan bisa mencapai 1.226 orang.

Selain menyelesaikan pembangunan sekolah rakyat di Pontianak, Kementerian PU mulai juga menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III di Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kayong yang rencananya akan dimulai proses lelangnya pada bulan Oktober atau November 2026.

Masing – masing Sekolah Rakyat di Sambas dan Kayong diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 2.500 siswa, sehingga diharapkan dapat memperluas jangkauan pendidikan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Langkah penyiapan tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian PU yang akan terus mendukung penyediaan infrastruktur Sekolah Rakyat melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai di berbagai daerah.

Meskipun begitu, dukungan ini rupanya tak hanya datang dari Kementerian PU, pembangunan sekolah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Ketua Komisi V DPR RI Lasarus.

Lasarus menyatakan dukungannya dan menilai bahwa Sekolah Rakyat yang menyediakan pendidikan secara gratis dengan pembiayaan negara harus terus diperluas agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan belajar yang layak.

Oleh karena itu,  Lasarus menyebut pihaknya akan terus berupaya agar setiap kabupaten dan kota di Indonesia setidaknya memiliki satu Sekolah Rakyat.

Perluasan tersebut dinilai penting agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan dan dapat memiliki peluang yang lebih baik untuk membangun masa depan.

Tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, Kehadiran fasilitas di Kalimantan Barat ini juga diharapkan dapat sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia hingga tahun 2029 mendatang.

Back to top button