Sekolah Rakyat Nganjuk Capai Progres 95 Persen, Dikebut Jelang Tahun Ajaran Baru

Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur terus dipercepat menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 31 Agustus 2026.
Tehitung hingga Kamis (20/8/2026), progres fisik pembangunan dilaporkan telah mencapai angka 95 persen dan memasuki tahap penyelesaian berbagai fasilitas pendukung sebagaimana informasi yang dikutip dari beberapa sumber.
Kesiapan proyek ini turut menjadi sorotan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jawa Timur saat meninjau langsung lokasi pembangunan yang turut dihadiri oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dan Wakil Bupati Trihandy Cahyo Saputro, bersama sejumlah pejabat terkait antara lain Kasatker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur, Inspektur dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nganjuk, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk, serta Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Nganjuk.
Adapun peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana perkembangan proyek konstruksi yang tengah berjalan sampai dengan saat ini sekaligus memastikan tingkat kesiapan fasilitas sebelum digunakan.
Dalam peninjauan ini, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mendorong seluruh pihak yang terlibat, termasuk penyedia jasa dan pihak pendukung untuk terus memperkuat koordinasi guna memastikan seluruh kebutuhan sekolah dapat diselesaikan secara optimal.
Dari total progres 95 persen tersebut, pemerintah daerah menargetkan sisa pekerjaan sebesar 5 persen dapat segera dituntaskan sebelum peserta didik mulai memasuki lingkungan sekolah.
Djumadi optimis seluruh fasilitas utama maupun pendukung sudah siap digunakan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Djumadi juga mengapresiasi langkah pengawalan BPKP Jawa Timur dari sisi administrasi dan keuangan serta meminta manajemen konstruksi menyampaikan data perkembangan aktual di lapangan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Percepatan pembangunan tidak hanya difokuskan pada penyelesaian bangunan, tetapi juga mencakup penataan utilitas kawasan. Sistem sanitasi dan saluran pembuangan air menjadi salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian, termasuk pemetaan kebutuhan penanganan saluran sepanjang sekitar 200 meter.
Fasilitas penampungan sampah sementara (PPS) juga telah tersedia di kawasan sekolah yang dimana pengelelolaan selanjutnya akan diperkuat melalui koordinasi antara pihak sekolah dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk.
Kemudian dari aspek keselamatan, Sekolah Rakyat Nganjuk disiapkan untuk memenuhi standar Satuan Pendidikan Aman Bencana. Penyedia jasa akan melengkapi kawasan dengan berbagai rambu kebencanaan, termasuk petunjuk jalur evakuasi dan titik kumpul. Fasilitas tersebut diharapkan memberikan panduan yang jelas bagi siswa maupun seluruh warga sekolah ketika menghadapi kondisi darurat.
Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi bagian dari persiapan operasional. Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar pada masa awal operasional, sembari menunggu dukungan tenaga kependidikan dari Kementerian Sosial yang dijadwalkan pada Oktober 2026.
Pemerintah daerah juga menyiapkan sistem pelayanan kesehatan terintegrasi bagi para siswa, khususnya karena Sekolah Rakyat menerapkan konsep pendidikan berasrama. Pelayanan akan didukung puskesmas terdekat dan tiga klinik swasta, sedangkan RSUD Nganjuk dan RS Kertosono disiapkan sebagai fasilitas rujukan utama.
Di sisi administrasi dan legalitas, Pemerintah Kabupaten Nganjuk masih melakukan koordinasi dengan kementerian terkait untuk menata status tanah yang digunakan bagi kepentingan sosial dan pendidikan.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan pada awal operasional sekolah, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah skenario pendukung. Salah satunya adalah pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di pendopo apabila diperlukan.
Kegiatan tersebut dapat melibatkan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sehingga para siswa tetap memperoleh pembekalan awal yang positif dan inspiratif.
Dengan progres konstruksi yang telah mencapai 95 persen, Pemerintah Kabupaten Nganjuk optimistis Sekolah Rakyat dapat disiapkan secara menyeluruh sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Penyelesaian fisik, kesiapan utilitas, layanan kesehatan, tenaga pengajar, hingga aspek keselamatan menjadi rangkaian persiapan yang diarahkan untuk memastikan sekolah hadir sebagai lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa.















