KAI Mulai Bangun Rusun di Manggarai untuk Dukung Program 3 Juta Rumah

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersiap memulai pembangunan rumah susun (rusun) di kawasan Manggarai, Jakarta, sebagai bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.
Proyek hunian vertikal tersebut dirancang untuk menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekaligus mendorong penataan kawasan perkotaan yang terintegrasi dengan transportasi publik.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 21 Agustus 2026. Pembangunan akan dilaksanakan oleh anak usaha KAI, PT KAI Properti Manajemen.
Menjelang konstruksi, KAI telah melakukan pematangan lahan di kawasan tersebut. Pembersihan lahan atau land clearing di Blok G telah rampung sepenuhnya, sedangkan pekerjaan di Blok F ditargetkan selesai pada September 2026.
Secara keseluruhan, KAI menyiapkan lahan seluas 2,2 hektare untuk pembangunan delapan tower hunian vertikal. Proyek tersebut akan menyediakan unit dengan sejumlah tipe yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.
Pengembangan hunian berbasis transportasi terpadu ini ditargetkan rampung pada awal 2028. Dengan estimasi masa konstruksi sekitar 18 bulan, pembangunan akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh fasilitas hunian dapat diselesaikan sesuai rencana.
Hunian yang disiapkan akan menggunakan tipe dua kamar tidur dengan luas unit sekitar 45 hingga 54 meter persegi. Desain tersebut ditujukan untuk memberikan ruang tinggal yang lebih memadai bagi keluarga muda maupun keluarga yang tengah berkembang.
Dari sisi pembiayaan, KAI telah menjalin kerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN untuk mendukung kebutuhan pembiayaan konstruksi sekaligus penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bagi calon penghuni.
Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu sebelumnya menjelaskan bahwa perseroan berencana membiayai sekitar 70–80 persen kebutuhan konstruksi proyek, sedangkan sisanya akan dipenuhi melalui pembiayaan mandiri KAI. Kerja sama tersebut sekaligus mencakup skema penyaluran KPR bagi masyarakat yang akan menempati hunian.
BTN melihat proyek rusun di Manggarai memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjawab kebutuhan hunian di tengah keterbatasan lahan perkotaan, tetapi juga berpotensi mengubah kawasan yang sebelumnya kurang tertata menjadi lingkungan perkotaan yang lebih baik.
Pembangunan rusun di Manggarai diharapkan menjadi bagian dari pengembangan kawasan hunian yang terintegrasi dengan jaringan transportasi. Dengan lokasi yang berada di salah satu simpul transportasi penting Jakarta, keberadaan hunian tersebut berpotensi memudahkan mobilitas penghuni sekaligus mendukung pola perjalanan berbasis transportasi umum.
Melalui proyek ini, KAI dan BTN tidak hanya mendorong penyediaan hunian bagi MBR, tetapi juga berupaya menghadirkan konsep pengembangan kawasan perkotaan yang lebih tertata, terjangkau, dan terhubung dengan sistem transportasi publik.













