Banten Perkuat Konektivitas Jalan Nasional Lewat Tiga Proyek Unggulan

HeadlineNews

Provinsi Banten memiliki luas wilayah 9.662 kilometer persegi, dengan wilayah administratif yang terdiri dari 4  kabupaten dan 4 kota. Mobilitas masyarakat dan distribusi logistik  ditopang oleh konektivitas jalan nasional. Menurut Badan Pusat Statistik, Banten memiliki jalan nasional sepanjang 568 kilometer.

Banten, sebagai pusat industri nasional, membutuhkan jaringan jalan yang memadai untuk mengakomodasi distribusi logistik maupun mobilitas masyarakat. Peran strategis sebagai gerbang utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera harus didukung oleh jaringan jalan yang memadai.

Beban lalu lintas yang tinggi setiap harinya melintas di jalan-jalan nasional di Banten. Banten membutuhkan infrastruktur jaringan jalan yang memadai untuk mendukung mobilitas yang tinggi. Upaya tersebut tercermin dari tiga proyek yang sedang dikerjakan oleh pemerintah.

1. Pelebaran Jalan Nasional Serdang-Bojonegara-Merak

    Kementerian PU beserta Pemerintah Daerah Banten melakukan proyek pelebaran Jalan Nasional Serdang-Bojonegara-Merak. Ruas jalan dirancang untuk diperbesar menjadi empat lajur untuk mendukung mobilitas industri dan masyarakat.

    Jalan Nasional Serdang-Bojonegara-Merak yang merupakan jalan strategis kerap kali menjadi pusat kemacetan. Kemacetan terjadi pada jam-jam sibuk. Kemacetan berasal dari aktivitas kendaraan berat menuju kawasan industri Bojonegara serta akses menuju Pelabuhan Bojonegara Bulk Terminal (BBJ) ditambah aktivitas warga setiap pagi dan sore.

    Dok. dpupr_banten

    Mengutip dari laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum sahabat.pu.go.id, rencana perbaikan dan preservasi ruas Jalan Nasional Serdang–Bojonegara–Merak dengan total panjang 31,42 km, penanganan saat ini  telah mencapai 18,93 km. Pekerjaan dilaksanakan melalui skema multiyears contract (MYC) TA 2025–2027 dengan jumlah anggaran sebesar Rp138 miliar. Rekonstruksi jalan menggunakan rigid pavement setebal 30 cm dengan memanfaatkan ruang sempadan jalan yang tersedia, yaitu masing-masing sekitar 1 meter di sisi kiri dan kanan jalan. Penanganan dilakukan untuk meningkatkan daya dukung ruas jalan terhadap tingginya lalu lintas kendaraan berat.

    Pemerintah Provinsi Banten telah mengalokasikan anggaran untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED). Preservasi dan pelebaran jalan ini untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan dalam  rencana konektivitas kawasan industri dan pelabuhan, memperlancar distribusi logistik.

    2. Underpass Bitung

    Pembangunan Underpass Bitung yang berada di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, merupakan salah satu titik perlambatan lalu lintas pada jalur Pantura Serang-Tangerang. Pembangunan Underpass Bitung diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik menuju kawasan industri dan kompleks pergudangan di wilayah Bitung.

    Dalam kunjungannya, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan, “Diharapkan juga dapat memperlancar mobilitas perekonomian masyarakat yang melewati jalan nasional”.

    Dok. pu.go.id

    Kawasan Bitung merupakan salah satu simpul kepadatan lalu lintas akibat pertemuan arus kendaraan dari arah Serang, Jakarta, dan Curug. Keberadaan Underpass Bitung telah lama dinantikan oleh masyarakat akibat kepadatan lalu lintas pada jam sibuk pagi dan sore.

    Dikutip dari laman sahabat.pu.go.id pembangunan underpass Bitung dilaksanakan pada Jalan Pantura STA 0+125 – STA 0+475 dengan panjang underpass mencapai 350 meter. Konstruksi underpass menggunakan desain single cell dua lajur satu arah untuk arus dari Tangerang menuju Serang. Pembangunan Underpass Bitung membutuhkan lahan seluas 11.257 m² dengan progres pembebasan lahan mencapai 9.094 m².

    Penyesuaian desain dari konsep awal double cell menjadi single cell dilakukan untuk menjaga keamanan utilitas strategis nasional berupa jalur pipa PT Pertamina Gas (Pertagas) yang berada di sekitar lokasi. Pada Segmen 1 setelah underpass menuju entry ramp Tol Bitung sepanjang 150 meter, dilakukan pelebaran dari dua lajur menjadi tiga lajur untuk arah Serang menuju Tangerang. Pada Segmen 2 di bawah kolong Tol Tangerang–Merak sepanjang 125 meter dilakukan pelebaran dari satu lajur menjadi dua lajur. Pada segmen 3 setelah kolong tol hingga taper exit ramp Tol Bitung sepanjang 200 meter dilakukan pelebaran dari dua lajur menjadi tiga lajur termasuk taper kendaraan.

    Hingga saat ini, progres pembangunan Underpass Bitung telah mencapai 27,32% dan ditargetkan rampung pada 2027.

    3. Jalan Tol Serang-Penimbang

    Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang masuk dalam proyek strategis nasional. Pembangunan jalan sepanjang 83,67 kilometer diharapkan memperkuat konektivitas wilayah utara hingga selatan Banten.

    Jalan Tol Serang–Panimbang terbagi menjadi tiga seksi, yaitu Seksi 1 Serang–Rangkasbitung sepanjang 26,45 km, Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles sepanjang 24,17 km, dan Seksi 3 Cileles–Panimbang sepanjang 33 km. Jalan tol ini melintasi wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang. 

    Dok. pu.go.id

    Tol Serang-Panimbang dirancang dengan kecepatan rencana 100 km per jam, 4 lajur 2 arah, median 3,8 meter, serta dilengkapi sejumlah simpang susun utama seperti Walantaka, Cikeusal, Tunjung Teja,  Rangkasbitung, Cikulur, Cileles, Bojong, dan Panimbang.

    Seksi 1 Serang–Rangkasbitung telah beroperasi sejak tahun 2021. Pembangunan Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles saat ini telah memasuki tahap akhir dengan progres konstruksi mencapai 98,64% dan progres pembebasan lahan sebesar 86,71%. Seksi 3 Cileles–Panimbang fase 1 telah mencapai 99,88%. Sementara pekerjaan Fase 2 yang terbagi atas beberapa paket juga terus berjalan dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir 2026.

    Hadirnya Tol Serang-Panimbang akan memangkas waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung menjadi sekitar 2–3 jam saja, dari sebelumnya 4–5 jam.

    Tiga proyek unggulan untuk meningkatkan konektivitas Provinsi Banten hadir bertujuan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, juga mendukung kelancaran distribusi logistik, meningkatkan daya saing kawasan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi. Jalan nasional yang memiliki konektivitas yang luas diharapkan mampu menegaskan posisi strategis sebagai penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

    Back to top button