KAI Berencana Bangun Jalur Khusus KRL di Stasiun Gambir, Perkuat Integrasi Transportasi Menuju Kawasan Monas

PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menghidupkan kembali layanan KRL Commuter Line di Stasiun Gambir melalui pembangunan dua jalur khusus (dedicated track).
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi Stasiun Gambir sebagai simpul transportasi publik yang terintegrasi sekaligus mendukung kemudahan akses masyarakat menuju kawasan Monumen Nasional (Monas).
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan, pengembangan tersebut dirancang untuk mengubah pola mobilitas masyarakat menuju pusat Kota Jakarta.
Menurutnya, akses ke kawasan Monas diharapkan semakin mengandalkan transportasi publik sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini berkontribusi terhadap kemacetan dan tingginya kebutuhan lahan parkir di kawasan tersebut.
Bobby menyebut bahwa penambahan dua jalur khusus KRL di Stasiun Gambir akan memberikan kemudahan bagi masyarakat Jabodetabek untuk menjangkau kawasan Monas secara lebih cepat, nyaman, dan efisien.
Meski demikian, Bobby menegaskan bahwa pengembangan Stasiun Gambir tidak akan menggeser peran Stasiun Manggarai sebagai pusat integrasi antarmoda. Sebaliknya, Gambir akan difungsikan sebagai gerbang baru menuju kawasan Monas yang terhubung dengan berbagai moda transportasi massal.
Untuk mendukung operasional tersebut, KAI akan membangun jalur KRL yang terpisah dari jalur kereta api jarak jauh. Dengan konsep dedicated track dan platform yang berbeda, masing-masing layanan dapat beroperasi secara mandiri tanpa saling mengganggu sehingga keandalan perjalanan kereta dapat semakin ditingkatkan.
Selain menghadirkan kembali layanan KRL, KAI juga menyiapkan integrasi Stasiun Gambir dengan jaringan MRT di kawasan Monas, layanan Transjakarta, serta akses pejalan kaki. Integrasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem transportasi yang lebih seamless dan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Menurut Bobby, selama ini masyarakat dari wilayah penyangga seperti Depok, Bogor, dan Bekasi masih menghadapi keterbatasan akses menuju kawasan Monas menggunakan transportasi publik. Melalui pengembangan tersebut, masyarakat nantinya dapat melakukan perjalanan menggunakan KRL, kemudian melanjutkan perjalanan dengan MRT maupun moda transportasi lainnya secara lebih mudah.
Renovasi Stasiun Gambir sendiri dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2028. Proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan dua jalur khusus KRL, tetapi juga menjadi bagian dari penataan kawasan Gambir sebagai simpul transportasi modern sekaligus ruang publik baru di pusat ibu kota.
Direktur Pengelolaan Sarana KAI Heru Kuswanto menjelaskan bahwa layanan KRL sebenarnya pernah berhenti di Stasiun Gambir.
Namun, operasional tersebut dihentikan karena saat itu kereta komuter dan kereta jarak jauh masih menggunakan platform yang sama sehingga menimbulkan kendala operasional. Pada konsep pengembangan terbaru, kedua layanan akan dipisahkan melalui jalur dan peron khusus sehingga operasional dapat berlangsung lebih optimal.
Bobby menegaskan bahwa transformasi Stasiun Gambir tidak semata-mata berorientasi pada pengembangan infrastruktur transportasi, tetapi juga mendukung penataan kawasan Monas sebagai ruang publik yang lebih inklusif dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
Dengan tersedianya akses KRL langsung ke Gambir, masyarakat diharapkan dapat menikmati kawasan ikon nasional tersebut tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi, sekaligus memperkuat budaya penggunaan transportasi publik di Jakarta.














