Proyek Bendungan Jragung Paket 1 dan 4 Garapan Waskita Karya Capai Progres Signifikan

HeadlineNews

PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Sebagai bagian dari upaya memastikan proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai target, Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, melakukan kunjungan kerja ke proyek Bendungan Jragung Paket 1 dan Paket 4.

Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung perkembangan pekerjaan di lapangan sekaligus memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan lancar, memenuhi standar mutu, serta sesuai dengan target penyelesaian yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan sebagaimana informasi yang dikutip dari laman instagram Waskita Karya pada Senin (6/7/2026), Pembangunan Bendungan Jragung khususnya Paket 1 dan 4 yang tengah dikerjakan Waskita dilaporkan telah menunjukkan kemajuan progres yang signifikan.

Waskita mencatat pekerjaan Paket 1 telah mencapai progres 94,15 persen. Sementara untuk Paket 4 telah terealisasi sebesar 59,92 persen.

Capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyelesaikan salah satu infrastruktur sumber daya air yang memiliki peran penting bagi masyarakat di Jawa Tengah.

Peran penting yang dimaksud tidak hanya mendukung pengelolaan sumber daya air, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat seperti mendukung penyediaan air baku, meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui layanan irigasi, mengurangi risiko banjir, hingga membuka peluang pengembangan sektor pariwisata yang dapat turut menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan sekitar.

Berdasarkan data proyek, Bendungan Jragung nantinya akan mampu menyediakan air baku sebesar 1.000 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mengairi lahan pertanian seluas 4.528 hektare, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Kemudian bendungan ini juga memiliki kemampuan dalam mereduksi debit banjir hingga 43 persen, dari yang semula sekitar 326 meter kubik per detik menjadi 141 meter kubik per detik.

Selain itu, Infrastruktur ini juga berpotensi menghasilkan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 90,2 MW serta Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 1,4 MW.

Tak hanya itu, keberadaan bendungan ini juga diproyeksikan menjadi kawasan wisata baru yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Seiring progres konstruksi yang terus meningkat, Bendungan Jragung diharapkan segera beroperasi dan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan manfaat yang begitu luas, Setiap tahapan pembangunan bendungan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan harapan baru melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan demi mendukung kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Back to top button