Hutama Karya Kebut Penyelesaian Sekolah Rakyat di DKI Jakarta dan Banten, Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru 2026/2027

HeadlineNews

PT Hutama Karya (Persero) terus mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi DKI Jakarta dan Banten.

Langkah percepatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas siap difungsikan pada awal tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai pada pertengahan Juli 2026.

Dari sekian banyaknya sekolah rakyat yang tengah dibangun, pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan mencatatkan kemajuan progres yang signifikan.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Hutama Karya, Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 2,94 hektare dengan total luas bangunan mencapai 29.529 meter persegi ini dilaporkan telah memasuki tahap penyelesaian akhir dengan sejumlah fasilitas yang telah mendekati progres 100%

Hutama Karya menargetkan seluruh bangunan di Sekolah Rakyat Jakarta Selatan rampung dan siap difungsikan pada 10 Juli 2026. Adapun tahapan pekerjaan yang masih berlangsung hingga saat ini meliputi penyelesaian detail akhir, seperti pengecatan, pemasangan daun pintu dan jendela, serta penyelesaian plafon.

Selain Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan, pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Banten juga telah memasuki tahap akhir penyelesaian.

Proyek Sekolah Rakyat di Banten ini berlangsung di dua lokasi yakni Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, dengan luas kawasan masing – masing mencapai 11,26 hektare dan 8,89 hektare.

Fasilitas pembelajaran di kedua lokasi tersebut juga diprioritaskan agar dapat segera difungsikan untuk mendukung dimulainya kegiatan belajar pada tahun ajaran baru, sementara penyelesaian keseluruhan kawasan terus dipercepat hingga tuntas.

Sebagai kawasan pendidikan berasrama, Sekolah Rakyat di DKI Jakarta maupun Banten dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu yang mencakup gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, bangunan utilitas, serta penataan kawasan yang terintegrasi.

Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus pembinaan karakter peserta didik dalam lingkungan yang nyaman dan layak.

Pelaksana Tugas Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani menjelaskan bahwa penyelesaian proyek tepat waktu menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kesiapan siswa memasuki tahun ajaran baru.

Meskipun begitu, Hamdani menyebut pihaknya tetap memastikan seluruh fasilitas tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga aman dan siap digunakan tanpa mengorbankan aspek kualitas bangunan.

Untuk mengejar target tersebut, Hutama Karya menerapkan sistem kerja tiga shift selama 24 jam di seluruh lokasi proyek. Jumlah tenaga kerja juga terus ditambah secara bertahap hingga mencapai kebutuhan puncak menjelang 7 Juli 2026.

Memasuki awal Juli 2026, ribuan pekerja telah diterjunkan di tiga proyek Sekolah Rakyat di DKI Jakarta dan Banten. Fokus pekerjaan saat ini meliputi penyelesaian arsitektur, instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), serta penataan lanskap dan akses menuju kawasan sekolah.

Sebagai informasi tambahan, dua Proyek Sekolah Rakyat ini merupakan proyek penugasan dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dijalankan sebagai bentuk nyata dukungan Hutama Karya terhadap program prioritas nasional yang diinisiasikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Melalui proyek ini, Hutama Karya berkomitmen mengawal program prioritas tersebut untuk memutus rantai kemiskinan struktural melalui jalur pendidikan dengan cara memperluas akses pendidikan yang layak dan inklusif bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera

Namun pembangunan fasilitas pendidikan ini dinilai tidak hanya sebatas menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menyiapkan ruang belajar yang mampu mendukung lahirnya generasi penerus bangsa yang lebih berkualitas, sejalan dengan pelaksanaan Asta Cita Pemerintah.

Back to top button