Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Telah Resmi Dimulai
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II yang akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Program lanjutan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan inklusif, dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp26,24 triliun.
Dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II ditandai dengan pelaksanaan seremoni peletakan batu pertama di kawasan Sekolah Rakyat Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya konstruksi serentak di sejumlah daerah.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pemerintah langsung melanjutkan pembangunan ke Tahap II dengan target penyelesaian pada Juni 2026, sehingga seluruh fasilitas dapat digunakan pada tahun ajaran baru. Ia menekankan bahwa pelaksanaan pembangunan harus berjalan tepat waktu, disertai pengendalian mutu bangunan serta akuntabilitas dalam setiap tahapan pekerjaan.
Menurut Dody, pembangunan Sekolah Rakyat tidak semata berfokus pada penyediaan bangunan fisik, melainkan menjadi investasi jangka panjang dalam membentuk masa depan generasi bangsa. Melalui pendidikan yang layak dan merata, program ini diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan sejak dari akarnya.
Secara teknis, Sekolah Rakyat Tahap II akan dibangun di 104 lokasi yang tersebar di 102 kabupaten/kota pada 32 provinsi. Pendanaan proyek ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025–2026 dengan skema kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC), guna menjamin kesinambungan pembangunan serta kualitas infrastruktur di lapangan.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II telah disusun dengan standar teknis yang komprehensif. Perencanaan tersebut mencakup aspek keselamatan, kesehatan, hingga kemudahan akses bagi seluruh pengguna fasilitas pendidikan.
Setiap unit Sekolah Rakyat Tahap II direncanakan berdiri di atas lahan dengan luas minimal lima hektare. Sekolah ini akan mengusung konsep fasilitas pendidikan terpadu yang dilengkapi dengan ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan, serta asrama bagi siswa dan guru.
Selain itu, kawasan sekolah juga akan dilengkapi dengan dapur dan kantin, rumah ibadah, unit kesehatan sekolah, sarana olahraga, serta ruang terbuka hijau.
Seluruh fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang holistik, aman, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang layak dan inklusif bagi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial.














