/3 Perjanjian Diteken, Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Sepanjang 37 km Segera Dimulai
Dok. JSMR
Dok. JSMR

3 Perjanjian Diteken, Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban Sepanjang 37 km Segera Dimulai

Proyek pembangunan Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 37,05 kilometer (km) di Jawa Barat tak akan lama lagi segera dimulai.

Dimulainya pembangunan jalan tol ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), Perjanjian Penjaminan serta Perjanjian Regres Jalan Tol Akses Patimban di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Selasa, 24 Januari 2023.

Penandatanganan PPJT Jalan Tol Akses Patimban dilaksanakan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit dan Direktur Utama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Akses Patimban (JAP) Victor Nazarenko Mahandre.

Adapun dua perjanjian lainnya yakni Perjanjian Penjaminan dilaksanakan oleh Direktur Utama PT Penjaminan dan Infrastruktur Indonesia (Persero) (PII) M. Wahid Sutopo dan Direktur Utama PT JAP Victor Nazarenko Mahandre.

Kemudian Perjanjian Regres Jalan Tol Akses Patimban dilaksanakan oleh Menteri PUPR M. Basuki Hadimuljono dan Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo.

Pembangunan Jalan Tol Akses Patimban ini akan dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Akses Patimban (JAP) yang dimana perusahaan ini dibentuk oleh Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN)-Swasta-Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pemenang lelang pembangunan Jalan Tol Akses Patimban.

Konsorsium tersebut terdiri dari PT Jasa Marga (JSMR) selaku pemimpin konsorsium dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 55%, PT Nusa Raya Cipta (NRC) dengan kepemilikan saham sebesar 22%, PT Adhi Karya (ADHI) dengan kepemilikan saham sebesar 6%, PT PP dengan kepemilikan saham sebesar 6%, PT Wijaya Karya (WIKA) dengan kepemilikan saham sebesar 6%, dan PT Subang Sejahtera dengan kepemilikan saham sebesar 5%.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dalam arahannya berpesan kepada seluruh pihak terkait, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun BUJT untuk bekerja lebih cepat demi memenuhi kebutuhan target pengoperasian Jalan Tol Akses Patimban pada September 2024 mendatang mengingat jalan ini dinilai dapat mempercepat dan memperlancar transportasi hingga angkutan logistik di Provinsi Jawa Barat.

Dalam arahannya tersebut, Menteri Basuki juga meminta proses pembebasan lahan khususnya untuk pekerjaan porsi Pemerintah segera dilakukan mulai akhir Januari ini.

Selain fokus pada pembebasan lahan dan percepatan pembangunan fisik, pembangunan Jalan Tol Akses Patimban juga harus mengedepankan kualitas, estetika yang baik dan keberlanjutan lingkungan termasuk penggunaan produk dalam negeri atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Direktur Utama PT JAP Victor Nazarenko Mahandre menjelaskan bahwa Jalan Tol Akses Patimban sepanjang 37,05 km ini dibangun dengan nilai investasi sebesar Rp 5,02 triliun dan masa konsesi selama 50 tahun.

Jalan tol yang dibangun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini terbagi menjadi 5 seksi. Pembangunan Seksi 1 Junction Cipendeuy-Simpang Susun (SS) Cipendeuy dan Seksi 2 SS Cipendeuy-SS Pasir Bungur dengan total sepanjang 14,11 Km dikerjakan oleh BUJT PT JAP.

Sementara untuk pembangunan seksi lainnya yakni Seksi 3 SS Pasir Bungur-SS Tambak Dahan, Seksi 4 SS Tambak Dahan-SS Pusakanegara dan Seksi 5 SS Pusakanegara-Patimban dengan total sepanjang 22,94 Km dikerjakan oleh Pemerintah.

Apabila sudah terbangun, Jalan Tol Akses Patimban ini nantinya akan menjadi jalan tol yang menghubungkan akses antara Kawasan Industri di Jawa Barat dengan Pelabuhan Patimban serta menjadi jalur alternatif masyarakat di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Karawang.

Pasalnya, Jalan tol ini akan terbentang melewati 10 kecamatan dan 20 desa yang berada di Provinsi Jawa Barat. Mulai dari Desa Sawangan, Kecamatan Cipendeuy yang terkoneksi dengan Jalan Tol Cikopo-Palimanan hingga Desa Pusakaratu, Kecamatan Pusakanegara. Bahkan terhubung juga dengan jalan nasional pantai utara (pantura) dan jalan akses non tol menuju Pelabuhan Patimban.

Kehadiran jalan tol ini diharapkan akan meningkatkan konektivitas Pelabuhan Patimban sebagai salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia yang ditargetkan beroperasi pada September 2024 mendatang. Sekaligus meningkatkan konektivitas jaringan jalan, baik jalan tol maupun jalan nasional serta perkembangan Kawasan Industri, Pusat Jasa hingga Perdagangan di Provinsi Jawa Barat.