WIKA Percepat Pembangunan Tol Probolinggo –Banyuwangi Paket 3, Perkuat Konektivitas dan Daya Saing Jawa Timur

HeadlineNews

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional yang berkeadilan dan berdampak langsung terhadap konektivitas serta pertumbuhan ekonomi wilayah.

Komitmen tersebut tercermin melalui percepatan pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) Paket 3, yang hingga akhir Januari 2026 mencatatkan kemajuan signifikan.

Berdasarkan laporan akhir Januari 2026, progres fisik proyek berada pada kisaran 85–90 persen, dengan capaian konstruksi mencapai 97,662 persen. Capaian ini menempatkan Tol Probowangi Paket 3 sebagai salah satu proyek strategis yang bergerak sesuai target, sekaligus menjadi bagian penting dari penguatan jaringan Jalan Tol Trans-Jawa.

Kehadiran Tol Probowangi diharapkan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan Probolinggo–Banyuwangi secara signifikan dibandingkan jalur arteri eksisting. Waktu perjalanan diperkirakan dapat berkurang hingga 30–50 persen, yang pada gilirannya berkontribusi menurunkan biaya logistik sekitar 10–20 persen melalui efisiensi konsumsi bahan bakar dan pengurangan kemacetan.

Efisiensi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan daya saing ekonomi nasional serta memperlancar distribusi barang dan jasa di kawasan pesisir Jawa Timur.

Percepatan pembangunan Tol Probowangi Paket 3 sejalan dengan dukungan WIKA terhadap Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan serta penguatan konektivitas dan daya saing ekonomi nasional.

Sebagai bagian dari koridor strategis Trans-Jawa, proyek ini berperan membuka akses wilayah Jawa Timur bagian timur, menghubungkan Probolinggo hingga Situbondo dan kawasan Besuki secara lebih langsung, serta mendukung pemerataan pembangunan ekonomi di wilayah Tapal Kuda hingga Banyuwangi.

Capaian progres pembangunan tersebut ditopang oleh penerapan inovasi dan solusi rekayasa teknik pada setiap tahapan konstruksi. WIKA mengoptimalkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) untuk memastikan akurasi perencanaan serta integrasi desain dengan kondisi lapangan.

Selain itu, pemanfaatan drone dan pemetaan tiga dimensi digunakan untuk mendukung survei geoteknik yang presisi, terutama pada segmen dengan karakteristik medan perbukitan dan variasi kondisi tanah.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, berbagai engineering solutions turut diterapkan, antara lain penggunaan formwork modular, teknologi pemadatan tanah modern, serta metode kerja terintegrasi dan paralel.

Pendekatan tersebut memungkinkan percepatan penyelesaian pekerjaan utama sekaligus menjaga konsistensi mutu struktur jalan tol sesuai standar keselamatan dan kualitas konstruksi.

Sebagai bagian dari transformasi digital konstruksi, WIKA juga mengimplementasikan digitalisasi di seluruh fase proyek melalui integrasi BIM, remote sensing berbasis drone, serta sistem manajemen proyek digital.

Digitalisasi ini memungkinkan koordinasi desain dan pelaksanaan lapangan berjalan lebih efektif, identifikasi potensi kendala sejak dini, serta optimalisasi logistik material dan tenaga kerja, sehingga progres proyek tetap terjaga sesuai target.

Dalam perjalanannya, pembangunan Tol Probowangi Paket 3 menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kondisi medan perbukitan di beberapa segmen, interseksi dengan infrastruktur eksisting seperti jaringan listrik tegangan tinggi, hingga karakteristik tanah yang bervariasi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, WIKA menerapkan strategi komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor dalam relokasi utilitas, perencanaan geoteknik berbasis survei lanjutan, serta penyesuaian penjadwalan pekerjaan tanpa mengorbankan aspek kualitas dan keselamatan kerja.

Manajemen WIKA menegaskan bahwa percepatan pembangunan Tol Probowangi Paket 3 tidak semata berorientasi pada capaian fisik, melainkan juga pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Proyek ini dinilai menjadi bagian penting dalam penguatan konektivitas nasional, khususnya di Jawa Timur, melalui penerapan inovasi, digitalisasi, dan solusi rekayasa yang tepat guna.

Dengan penerapan inovasi konstruksi, transformasi digital, serta pengelolaan proyek yang terintegrasi, WIKA optimistis Tol Probowangi Paket 3 dapat diselesaikan pada Maret 2026 dan dioperasikan secara fungsional pada musim mudik Lebaran.

Keberadaan ruas tol ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Asta Cita serta mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia.

Back to top button