WIKA Bangun 80 Unit Hunian Sementara bagi Korban Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) kembali menunjukkan peran aktifnya sebagai BUMN Karya dalam mendukung upaya pemulihan pascabencana.
Wijaya Karya mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.
Keterlibatan WIKA tersebut merupakan bagian dari program kolaboratif yang diinisiasi oleh Danantara, BP BUMN, dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, khususnya penyediaan tempat tinggal sementara yang aman dan layak.
Dalam program ini, WIKA ditugaskan membangun sebanyak 80 unit huntara yang berlokasi di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Pembangunan hunian sementara ini ditujukan untuk memastikan warga terdampak memiliki tempat tinggal yang memadai selama masa pemulihan berlangsung.
Pelaksanaan pembangunan ini dilakukan melalui kolaborasi antara WIKA dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) dengan menerapkan sistem bangunan modular. Metode konstruksi ini dipilih untuk mempercepat proses pembangunan tanpa mengesampingkan aspek kualitas, efisiensi, serta ketepatan waktu penyelesaian.
Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menjelaskan bahwa penerapan sistem modular memungkinkan pembangunan huntara dilakukan secara cepat, aman, dan kokoh, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat tinggal sementara yang nyaman dan layak huni.
Dari sisi desain, huntara dirancang menggunakan rangka baja ringan yang kuat dan tahan lama. Material pendukung seperti papan semen, multipleks lantai, serta atap zincalume turut digunakan untuk memastikan aspek keamanan dan kenyamanan bagi para penghuni.
Selain membangun unit hunian, Wijaya Karya juga melengkapi kawasan huntara dengan berbagai fasilitas pendukung, antara lain dapur umum, area cuci, mushola, serta sarana sanitasi yang memadai. Fasilitas tersebut disiapkan untuk menunjang pemenuhan kebutuhan dasar warga selama menempati hunian sementara.
Melalui pembangunan huntara ini, Wijaya Karya tidak hanya berkontribusi dalam penyediaan hunian dan infrastruktur dasar yang layak, tetapi juga turut berperan dalam mempercepat pemulihan kehidupan sosial masyarakat Aceh Tamiang pascabencana.















