TOP, Kerjasama PT LRT Jakarta dan ITB Dorong Pengembangan Transportasi Publik yang Adaptif dan Berkelanjutan

HeadlineInfographic

Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT LRT Jakarta resmi menjalin kerja sama strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman yang berlangsung di Ruang Rapim A, Gedung Rektorat ITB pada Rabu (3/6/2026).

Adapun penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dan Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen serta turut disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan kedua institusi, termasuk Dekan Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB Dr. Eng. Puspita Dirgahayani.

Melalui kerja sama ini, ITB dan PT LRT Jakarta membuka berbagai peluang kolaborasi yang mencakup :

  • Penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang relevan dengan sektor transportasi perkotaan,
  • Pelaksanaan penelitian dan/atau riset terapan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, pemecahan masalah operasional, serta peningkatan layanan PT LRT Jakarta.
  • Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, pemanfaatan fasilitas dan dukungan pelaksanaan kegiatan,
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan inovasi, dan kolaborasi kelembagaan sebagai bagian dari program pendukung Tridarma Perguruan Tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tatacipta menegaskan komitmen ITB untuk terus berupaya menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk industri dan badan usaha yang memiliki peran strategis bagi masyarakat.

Karena menurutnya, kemitraan dengan dunia industri dan badan usaha strategis merupakan salah satu langkah penting untuk memastikan ITB tetap relevan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, transportasi publik merupakan sektor strategis yang membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebijakan yang kuat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan PT LRT Jakarta dinilai sejalan dengan upaya ITB dalam mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan layanan kepakaran untuk menghasilkan manfaat yang lebih luas.

Prof. Tatacipta berharap Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani dapat segera diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat serta mendukung pengembangan transportasi publik di Indonesia.

Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan ITB. Ia menjelaskan bahwa sebagai perusahaan yang mulai beroperasi secara komersial pada 2019, PT LRT Jakarta saat ini tengah memasuki fase akselerasi untuk memperkuat kapasitas dan perannya dalam menyediakan layanan transportasi publik perkotaan.

Saat ini, LRT Jakarta melayani rute sepanjang 5,8 kilometer. Namun, pengembangan jaringan layanan terus menjadi fokus perusahaan, termasuk melalui rencana perluasan jalur menuju Manggarai hingga Dukuh Atas. Dengan bertambahnya cakupan layanan tersebut, jumlah penumpang diproyeksikan meningkat signifikan hingga mencapai sekitar 80.000 orang per hari.

Menurut Roberto, peningkatan skala layanan tersebut memerlukan penguatan kelembagaan yang lebih komprehensif. Kebutuhan itu mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan teknis, pengembangan sumber daya manusia, hingga peningkatan kapasitas organisasi.

Dalam hal ini, ITB diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui penelitian, kajian akademik, serta layanan kepakaran yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan transportasi publik modern.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya menghasilkan berbagai program konkret, tetapi juga memberikan manfaat yang luas kepada masyarakat sebagai pengguna layanan transportasi publik.

Nota Kesepahaman tersebut berlaku selama tiga tahun sejak tanggal penandatanganan.Melalui kolaborasi ini, ITB dan PT LRT Jakarta berupaya mendorong terciptanya sistem transportasi publik yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berbasis pengetahuan.

Tak hanya sekadar kerja sama institusional, kemitraan antara perguruan tinggi dan penyelenggara layanan transportasi publik ini juga menjadi langkah penting dalam menghadirkan inovasi dan solusi berbasis riset untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan yang terus berkembang.

Berita Infografis Lainnya

Back to top button