Pupuk Indonesia Bangun 7 Pabrik, Investasi Capai Rp77 Triliun

HeadlineInfographic

Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus diakselerasi melalui pembenahan sektor hulu.

Salah satunya dilakukan oleh Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) yang tengah menggencarkan program revitalisasi industri pupuk nasional melalui pembangunan tujuh pabrik baru di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung perbaikan tata kelola pupuk bersubsidi agar lebih efektif dan berkelanjutan.

Direktur Operasi PIHC Dwi Satriyo Annurogo menyampaikan bahwa proyek-proyek tersebut akan memberikan tambahan kapasitas signifikan bagi perusahaan sekaligus memperkuat fondasi industri pupuk nasional.

Dalam forum Food Summit 2026 yang mengangkat tema ketahanan pangan, Dwi menjelaskan bahwa total investasi yang digelontorkan untuk tujuh proyek tersebut mencapai sekitar Rp77 triliun. Sejumlah proyek di antaranya ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap hingga tahun 2029.

Adapun ketujuh proyek yang dimaksud di antaranya yaitu :

1. Pabrik Ammonia-Urea PUSRI-3B

Pabrik yang berlokasi di Palembang ini ditargetkan  Commercial Operation Date (COD) pada kuartal I/2027. Pabrik ini dirancang untuk bisa menghasilkan 445.500 ton Amonia per tahun dan 907.500 Urea per tahun.

2. Pabrik NPK Nitrat

Pabrik yang berlokasi di Cikampek ini ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada Kuartal II/2027. Pabrik ini dirancang untuk bisa memproduksi 100.000 ton NPK basis Nitrat per tahun.

3. Pabrik NPK

Pabrik yang berlokasi di NPK Phonska VI-Gresik ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2028. Pabrik ini dirancang untuk bisa memproduksi 600.000 ton NPK per tahun.

4. Pabrik Soda Ash

Pabrik yang berlokasi di Soda Ash Bontang ini ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2028. Pabrik ini dirancang untuk bisa menghasilkan 300.000 ton Soda Ash per tahun dan 300.000 ton Amonium Klorida (Am.Chl) per tahun.

5. Pabrik Ammonia-Urea

Pabrik yang berlokasi di PIM-III, Lhokseumawe ini ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2029. Pabrik ini dirancang untuk bisa menghasilkan 1,115 juta ton Urea per tahun dan 825.000 ton Amonia per tahun.

6. Pabrik Ammonia-Urea

Pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Pupuk Fakfak ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2030. Pabrik ini dirancang untuk bisa menghasilkan 1,15 juta ton Urea per tahun dan 825.000 ton Amonia per tahun.

7. Revamp Ammonia

Pabrik yang berlokasi di Revamp Ammonia Kaltim-2 ini ditargetkan Commercial Operation Date (COD) pada tahun 2026. Pabrik ini dirancang untuk peningkatan efisiensi produksi yang bisa menghasilkan 660.000 ton Amonia per tahun.

Secara keseluruhan, percepatan pembangunan tujuh pabrik ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang PIHC dalam memperkuat rantai pasok pupuk nasional.

Dengan target penyelesaian proyek yang sebagian besar di tahun 2029 ini, perusahaan optimis kapasitas produksi yang lebih besar dan efisien akan mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan Indonesia.

Berita Infografis Lainnya

Back to top button