Proyek Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo – Elelim Capai Progres 51,59 Persen, Target Rampung November 2026

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan perkembangan terbaru terkait proyek Jalan Trans Papua Ruas Jayapura – Wamena Segmen Mamberamo – Elelim yang dibangun sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas di wilayah timur Indonesia.
Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik pembangunan jalan sepanjang 50,14 kilometer tersebut telah mencapai angka 51,59 persen sebagaimana informasi terbaru yang dikutip dari laman instagram BBPJN Papua-Papua Pegunungan.
Capaian progres konstruksi tersebut mencakup berbagai pekerjaan utama, mulai dari pembukaan dan pembentukan badan jalan, pembangunan struktur perkerasan, sistem drainase, hingga pembangunan jembatan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan percepatan pembangunan koridor penghubung antara Provinsi Papua dan Papua Pegunungan ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menekan biaya logistik sekaligus menurunkan harga kebutuhan pokok di kawasan pedalaman.
Oleh karena itu, Langkah percepatan pembangunan proyek terus dilakukan mengingat proyek ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan jalan dan jembatan berperan penting dalam membuka keterisolasian daerah, khususnya wilayah tertinggal, sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan akses investasi, mendukung pengembangan kawasan industri, serta memperkuat konektivitas antardaerah di seluruh Indonesia.
Selain memperkuat konektivitas, proyek ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pasalnya dalam proyek ini, Kementerian PU mencatat sebanyak 116 tenaga kerja lokal terlibat dalam pelaksanaan konstruksi atau sekitar 28 persen dari total pekerja proyek. Keterlibatan masyarakat setempat tersebut diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pembangunan yang lebih inklusif di wilayah Papua.
Pembangunan Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo – Elelim dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) menggunakan mekanisme Availability Payment (AP). Proyek ini telah dimulai sejak Juli 2024 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada November 2026 mendatang.
Di balik percepatan pembangunan, proyek ini menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Kondisi medan berupa tebing curam, hutan lebat, serta curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama yang memengaruhi pelaksanaan konstruksi dan meningkatkan risiko terjadinya longsor.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Kementerian PU menerapkan berbagai teknologi konstruksi modern di antaranya survei Real-Time Kinematic (RTK) berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) serta teknologi LiDAR. Pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan memastikan akurasi penentuan trase jalan sekaligus meningkatkan keamanan struktur lereng selama proses pembangunan.
Dengan progres yang terus meningkat, pemerintah optimis Jalan Trans Papua Segmen Mamberamo–Elelim dapat diselesaikan sesuai target pada November 2026.
Setelah rampung, Kehadiran ruas jalan tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi penggerak utama konektivitas, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Papua dan Papua Pegunungan.
















