Pemerintah Siapkan Pembangunan Rusun TNI AL di Jawa Timur, Gunakan Dana APBN
Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berencana akan membangun satu tower rumah susun (rusun) bagi prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Jawa Timur.
Untuk saat ini, desain bangunan masih dalam tahap finalisasi dan rencananya pembangunan rusun tersebut akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Rencana ini dipaparkan dalam pertemuan antara Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Direktur Jenderal Perumahan dan Perkotaan Sri Haryati pada Jumat (20/2/2026).
Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pemerintah telah menyepakati pembangunan satu rusun bagi prajurit TNI AL di Jawa Timur. Selain itu, kementeriannya juga akan menyiapkan program renovasi rumah melalui skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk mendukung peningkatan kualitas hunian prajurit.
Pembangunan tower rusun tersebut direncanakan akan dimulai tahun ini. untuk itu, Kementerian PKP akan segera menurunkan tim survei ke lapangan guna memfinalisasi lokasi dan desain bangunan.
Pada kesempatan tersebut, Maruarar mengungkapkan keinginannya agar desain rusun memiliki karakter khas Angkatan Laut guna mencerminkan identitas institusi sekaligus membangkitkan semangat prajurit.
Selain pembangunan rusun, Kementerian PKP juga mendorong akses prajurit terhadap program rumah subsidi. Prajurit aktif, khususnya golongan bintara dan tamtama dapat memanfaatkan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dengan suku bunga 5 persen, uang muka 1 persen, serta tenor hingga 20 tahun.
Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa lokasi pembangunan rusun direncanakan berada di dekat Surabaya yang dimana kota tersebut merupakan pangkalan terbesar TNI Angkatan Laut di Indonesia dan menjadi tempat berdinas banyak prajurit aktif maupun purnawirawan. Ia juga menyebutkan bahwa lahan yang akan digunakan telah tersedia dan merupakan aset milik TNI AL.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan dan Perkotaan Sri Haryati menjelaskan bahwa saat ini rencana penganggaran masih dalam tahap kajian dengan dua alternatif desain. Opsi pertama berupa bangunan tiga lantai dengan estimasi biaya sekitar Rp28–32 miliar. Opsi kedua berupa bangunan empat lantai dengan nilai sekitar Rp43 miliar.
Rusun yang dirancang dengan nama Wisma Arunika tersebut akan dibangun di atas lahan minimal sekitar 3.000 meter persegi. Untuk tipe tiga lantai, luas bangunan mencapai 2.767,68 meter persegi dengan 44 unit hunian yang dapat menampung hingga 176 personel. Sementara tipe empat lantai memiliki luas bangunan 3.674,79 meter persegi dengan 60 unit hunian dan kapasitas hingga 240 personel.
Pembangunan rusun ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI AL melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan terintegrasi dengan pusat aktivitas kedinasan di Jawa Timur.















