Pembangunan Sekolah Rakyat di Pacitan Lampaui Target, Capai Progres 50,47%

HeadlineNews

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 2 di Kabupaten Pacitan sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas dan memperkuat pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Hingga 15 Mei 2026, progres pembangunan proyek tersebut tercatat telah mencapai 50,47 persen atau sedikit melampaui target rencana sebesar 50,44 persen sebagaimana informasi yang dikutip dari laman Kementerian PU.

Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 77.005 meter persegi itu memiliki nilai kontrak mencapai Rp911,48 miliar dan ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia unggul di Indonesia.

Menurutnya, proyek ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak di daerah.

Dody menyebut Kementerian PU berupaya memastikan seluruh fasilitas pendidikan dibangun secara cepat tanpa mengesampingkan kualitas konstruksi.

Seluruh pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan dapat selesai tepat waktu dengan tetap memperhatikan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan proyek.

Pembangunan Sekolah Rakyat Pacitan dilaksanakan Kementerian PU melalui kontraktor pelaksana PT Brantas Abipraya (Persero). Kawasan pendidikan tersebut dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang modern.

Pada tahap pembangunan saat ini, sejumlah fasilitas utama yang tengah dikerjakan meliputi gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah guru, masjid, kantin, dapur umum, ruang makan, lapangan upacara, lapangan basket, mini soccer, hingga berbagai gedung penunjang lainnya

Dengan konsep kawasan pendidikan terpadu, Sekolah Rakyat di Pacitan diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter serta peningkatan kualitas hidup siswa secara menyeluruh.

Untuk memastikan proyek selesai sesuai target, Kementerian PU menjalankan sejumlah strategi percepatan pembangunan dengan cara melalui penambahan alat berat, peningkatan jumlah tenaga kerja, penerapan sistem kerja tiga shift, serta penyesuaian metode konstruksi agar pekerjaan berjalan lebih optimal.

Presiden Prabowo meminta pembangunan proyek ini diselesaikan tepat waktu dengan tetap memperhatikan kualitasnya.

Setelah rampung, keberadaan Sekolah Rakyat ini diharapkan tidak hanya memperkuat pemerataan akses pendidikan di Indonesia, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah selatan Jawa Timur serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar mengingat aktivitas konstruksi nantinya juga turut menggerakkan kebutuhan tenaga kerja lokal, distribusi material bangunan, hingga kegiatan usaha di kawasan sekitar proyek.

Back to top button